Bahar Smith Ungkap Banyak Napi Kristen Pakai Baju Gambar Dirinya Saat di Lapas: Saya Rangkul Semua Tanpa Pilih Agamanya..

| 23 Dec 2021 16:53
Habib Bahar bin Smith. (YouTube/Karni Ilyas Club)

ERA.id - Pendakwah kontroversial, Habib Bahar bin Smith mengakui bahwa dirinya masih belajar untuk bersabar. Hal itu terkait beberapa ceramahnya yang dianggap terlalu keras bahkan hingga dianggap provokatif.

Pengakuan itu disampaikan Bahar saat menjadi narasumber di kanal YouTube Karni Ilyas Club, Kamis (23/12/2021).

"Saya juga kan lagi belajar sabar. Intinya karena saya kan orangnya agak temperamen juga. Tapi alhamdulillah semenjak keluar dari lapas ini udah mendingan. Udah lebih dinginlah," kata Bahar, dikutip ERA.id.

Bahar bin Smith juga menyebut bahwa ceramahnya usai bebas dari penjara lebih dingin dibanding sebelumnya.

"Jadi kemarin ceramah-ceramah itu agak lebih dingin dibandingkan dengan yang dulu-dulu. Karena saya belajar sabar, belajar tahan diri dan sampai sekarang saya masih belajar agar tidak temperamen," ujar dia.

Bahar bin Smith juga mengaku banyak mengajarkan agama kepada para narapidana saat mendekam di sejumlah lapas. Salah satunya di Lapas Kelas II A Gunung Sindur, Bogor.

Ia menyebut bahwa banyak dari napi pembunuhan hingga narkoba dengan latar belakang agama dan suku yang berbeda yang dirangkul.

"Banyak napi kasus pembunuhan, bandar-bandar narkoba yang saya rangkul semua. Bukan hanya muslim, non-muslim, Hindu, Buddha, Kristen, semuanya saya rangkul di lapas," kata Bahar.

Bahkan ada beberapa narapidana bergama Kristen, Hindu, dan Budha yang memakai baju bergambar dirinya.

"Bahkan di Lapas kan ada anak-anak bikin baju, itu yang Kristen ada yang pakai baju gambar saya, yang Budha, Hindu, karena mereka tahu saya rangkul semuanya tanpa pilih agamanya, sukunya, rasnya," kata Bahar.

Sebelumnya, Bahar bin Smith dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penyebaran ujaran kebencian terkait SARA secara daring.

Tak hanya bahar, Eggi Sudjana pun dilaporkan oleh Ketua Cyber Indonesia Husin Shihab ke Polda Metro Jaya pada 7 Desember 2021. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/B/6164/XII/2021/SPKT POLDA METRO JAYA.

Bahar bin Smith dan Eggi Sudjana dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penyebaran ujaran kebencian terkait SARA secara daring.

Keduanya dilaporkan oleh Ketua Cyber Indonesia Husin Shihab ke Polda Metro Jaya pada 7 Desember 2021. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/B/6164/XII/2021/SPKT POLDA METRO JAYA.

Baik Bahar maupun Eggi dituding telah menyebarkan ujaran kebencian usai menanggapi pernyataan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman soal "Tuhan bukan orang Arab" di Podcast Deddy Corbuzier.

Rekomendasi