20 Tahun Reformasi, MPR: Agenda Reformasi Mulai Konsisten

Tim Editor

Aksi mahasiswa duduki DPR 1998 (Foto: Reuters)

Jakarta, era.id - Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar menilai berbagai agenda reformasi mulai konsisten dilaksanakan seperti menegakkan supremasi hukum, memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta otonomi daerah seluas-luasnya.

"Kita harus syukuri seluruh agenda reformasi secara bertahap terus-menerus mulai konsisten dilaksanakan," kata Muhaimin usai dilantik menjadi Ketua Dewan Pembina Federasi Beladiri Profesional (FBPro) Indonesia, di Jakarta, seperti dikutip Antara, Minggu (20/5/2018).

Pria yang akrab disapa Cak Imin itu menilai, peringatan 20 tahun reformasi menjadi momentun mengevaluasi agenda-agenda yang belum berjalan sehingga ada langkah perbaikan kedepannya.

Menurut Cak Imin, masyarakat harus diingatkan kembali mengenai berbagai agenda reformasi yang telah dicetuskan sejak 20 tahun sehingga dapat dijalankan. "Agenda reformasi telah dilupakan bahkan tidak dijadikan prioritas bangsa kita," ujarnya.

Baca Juga : Setelah 20 Tahun Reformasi Indonesia Semakin Baik


(Infografis/era.id)

Baca Juga : Peringatan 20 Tahun Reformasi: Kerusuhan Hingga Operasi Tim Mawar

Sebelumnya, hasil survei yang dilakukan lembaga Indo Barometer menunjukkan mayoritas publik menilai kondisi Indonesia pada 20 tahun setelah reformasi semakin baik.

"Sebanyak 52,7 persen publik menilai kondisi Indonesia masa reformasi lebih baik atau jauh lebih baik dibanding 20 tahun lalu. Sedangkan yang menilai sama saja, tidak ada perubahan sebanyak 25,9 persen, dan yang menilai lebih buruk atau jauh lebih buruk sebanyak 12,7 persen serta tidak tahu atau tidak jawab 8,8 persen," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari dalam pemaparan hasil survei di Jakarta, Minggu (20/5/2018).


(Infografis/era.id)

Baca Juga : 20 Tahun Reformasi, Anwar Ibrahim Bertemu BJ Habibie

Survei ini dilaksanakan pada 15-22 April 2018 di 34 provinsi Indonesia dengan melibatkan 1.200 responden, dengan margin of error sebesar plus minus 2,83 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden survei adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner dengan sistem multistage random sampling.

Tag: peringatan 20 tahun reformasi cak imin mpr

Bagikan: