Peringatan 20 Tahun Reformasi: Tantangan untuk Habibie

Tim Editor

BJ Habibie saat dilantik sebagai Presiden RI. (Foto: Common Wikimedia)

Jakarta, era.id - Sepekan sejak reformasi Indonesia 21 Mei 1998 berlalu, tampuk kepemimpinan Indonesia sepenuhnya dikendalikan Presiden BJ Habibie. Pemilik 46 hak paten di bidang Aeronautika itu mulai bergerak cepat mengakomodir tuntutan reformasi di segala lini. 

Kendati perombakan kabinet hingga kebijakan strategis telah dilakukan Habibie, tudingan dari pihak-pihak yang melabeli Habibie antek Orde Baru masih terus bergaung.

Ketua DPP Partai Golkar Agung Laksono menyarankan agar anggota DPR/MPR hengkang dari Senayan, apalagi yang masih ada kaitannya dengan rezim Orde Baru.

"Mereka lebih baik mengundurkan diri daripada diminta secara formal untuk berhenti. Pengunduran diri itu lebih terhormat," kata Agung Laksono seperti dikutip Harian Republika edisi 26 Mei 1998.

Baca Juga : 20 Tahun Reformasi: Janji Habibie Lepaskan Sri Bintang Cs


(Infografis/era.id)

Baca Juga : 20 Tahun Reformasi: BJ Habibie dan Kabinet Reformasi Pembangunan

Demi menjaga muruah dan gengsi profesi, Pangab Jenderal TNI Wiranto menyatakan istri dan anaknya telah mengundurkan diri dari keanggotaan MPR. 

Saat itu tak hanya Habibie yang sibuk mengkoordinir tim percepatan agenda reformasi, Wiranto pun sibuk membentuk tim perumus reformasi ABRI. Tim itu terdiri dari 36 orang yang mewakili berbagai unsur seperti staf Mabes ABRI, Lemhanas, Sesko ABRI, Fraksi ABRI DPR dan unsur terkait. 

Baca Juga : 23 Mei 1998, Mencari Obat untuk Krisis Moneter

Sementara itu, Kassospol ABRI Letjen TNI Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan pembatasan masa jabatan presiden maksimal dua periode merupakan salah satu isi agenda reformasi ABRI. 

Penembakan empat mahasiswa Trisakti adalah harga yang harus dibayar untuk tegaknya demokrasi di Indonesia. Pada 25 Mei 1998, Danpomdam Jaya Kolonel Cpm Hendardji menyampaikan hasil penyidikan sementara Tim Pencari Fakta ABRI yang ia komandoi. 

Dari dua tahap pemeriksaan TPF, terindikasi keterlibatan 17 aparat keamanan, 7 di antaranya perwira pertama dan 10 bintara/tamtama. Sayangnya, ia belum berani menyebutkan nama-nama tersebut.
 

(Infografis/era.id)

Tag: peringatan 20 tahun reformasi bj habibie sakit

Bagikan: