IDI: Jangan Hakimi Dokter Hanya dari Foto Pasien

| 28 Nov 2017 15:03
IDI: Jangan Hakimi Dokter Hanya dari Foto Pasien
Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Ilham Oetama Marsis (DIAH/era.id)
Jakarta, era.id - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) meminta masyarakat untuk tidak menghakimi profesi dokter. PB IDI menegaskan, praktik kedokteran sudah memiliki lembaga pengawasan yang terstruktur.

Jika terjadi dugaan penyimpangan praktik kedokteran, akan ditelaah oleh lembaga yang berwenang, yakni Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK).

"Hasil pemeriksaan akan dilaporkan oleh MKEK wilayah ke MKEK pusat dalam waktu dekat. Kami menjamin kepada publik bahwa pengawasan dan pembinaan praktik kedokteran oleh dokter anggota IDI (terduga melakukan penyimpangan) terus dilakukan," ungkap ketua MKEK Pusat, Prijo Sidipratomo.

Jika benar terjadi pelanggaran, maka MKEK melalui persidangan akan menjatuhkan sanksi etik sesuai dengan bobot pelanggaran. Karena itu, IDI mengimbau masyarakat untuk tidak serta-merta menyalahkan dokter. Apalagi, hanya menyimpulkan dari foto yang beredar di media sosial.

"IDI perlu memastikan penyimpangan tersebut benar dilakukan oleh dokter atau ada pihak lain di fasilitas kesehatan yang melakukan hal tersebut kepada pasien," ujar Ketua umum PB IDI, Ilham Oetama Marsis, di Kantor PB IDI, Jakarta Pusat, Selasa (28/11/2017).

Beberapa waktu silam, KPK meminta IDI untuk mengecek kondisi kesehatan tersangka kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto saat dirawat di rumah sakit. Beredarnya foto Novanto tengah berbaring di ranjang rumah sakit menimbulkan tanda tanya berbagai pihak dan prasangka negatif dari publik.

Tags :
Rekomendasi