Tanjakan Kali Kenteng yang Sempat Bikin Heboh Pemudik

Tim Editor

?Tanjakan Kali Kenteng. (Istimewa)

Jakarta, era.id - Siapapun pengemudi bisa ngeper kalau disuruh berhadapan dengan tanjakan yang punya kemiringan hingga 57 derajat. Apalagi kalau mobil yang dibawa punya cc yang kecil. 

Semua keriuhan di jagat medsos bermula dari postingan akun Twitter @kominfo_jtg milik Dinas Komunikasi Pemprov Jawa Tengah. Akun bercentang biru tanda sudah terverifikasi ini melansir informasi yang penuh tantangan. 

"[INFO] Himbauan mobil cc kecil untuk tidak melewati tol fungsional salatiga ke arah solo, karna sulitnya medan yang menanjak hingga 57 derajat. Tetap utamakan keselamatan," tulis mimin akun ini seperti yang dilihat era.id, Minggu (10/6/2018).

Akun ini sedang membicarakan tanjakan Jembatan Kali Kenteng, Susukan, Kabupaten Semarang. Sebuah tol fungsional ruas Salatiga-Kartasura.

Postingan sambil disertakan video mobil Daihatshu Ayla B 1081 FRA yang tampak susah payah menanjak. Seorang polisi terlihat berlari untuk membantu pengemudi bisa melewati tantangan ini. Pak Polisi yang baik ini tampak membawa ganjalan untuk menahan roda belakang agar mobil tak mundur.
 


Si ahli bahasa kesayangan netizen, Ivan Lanin mungkin saja akan menyindir frasa 'Himbauan' tulisan si mimin yang seharusnya tertulis 'Imbauan'. Tapi yang mau kami bahas bukan soal kesalahan ketik. Tapi lebih parah, itu adalah kesalahan informasi. Entah kekurangan informasi atau terburu-buru, si mimin salah telak dengan mengetik kemiringan derajat tanjakan.

PT Jasa Marga buru-buru meralat informasi akun itu. Melalui keterangan resminya, Jasa Marga menjelaskan kalau sudut elevasi yang benar itu maksimal 7,24 derajat.

Jadi, bisa tidaknya mobil kamu melintasi jalur ini, semua dikembalikan ke skil pengemudi. Termasuk kondisi kesehatan mobil. Lagipula kalau misalnya gagal melintas, jangan juga gak jadi mudik, karena masih ada jalan darurat. 

Jalan sementara sepanjang 500 meter ini berada di sisi bawah jembatan. Jalan ini memiliki lebar 8 hingga 10 meter dengan kondisi lean concrete (alas beton) setebal 10 cm, namun hanya dapat dilalui untuk 1 lajur kendaraan. 

Kendaraan harus mengalami antrean rata-rata 30 menit akibat penyempitan dari 2 lajur menjadi 1 lajur. Kendaraan melintas perlahan satu per satu dengan kecepatan sekitar 20 km per jam. 
 
 

Tag: mudik lebaran kecelakaan infrastruktur

Bagikan: