'Dulu Dicap Syiah dan Liberal, Kini Dicap Radikal dan Intoleran', Denny Siregar Kembali Sindir Anies Baswedan

| 10 May 2022 16:02
Ilustrasi-Pasangan capres-cawapres di Pilpres 2014 Joko Widodo dan Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi - JK, Anies Baswedan (kiri).(ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf) ()

ERA.id - Pegiat media sosial, Denny Siregar kembali menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang pernah dicap syiah dan liberal saat menjadi pendukung setia Jokowi di Pilpres 2014.

Tidak berhenti di situ, kata Denny, ia sebenarnya kasihan karena saat ini Anies juga dicap radikal dan intoleran.

"Gua sebenarnya kasian ma Anies sih. Cap radikal dan intoleran begitu kuat nancep di jidatnya. Padahal dulu, waktu dia masih gabung di Jokowi, dia dicap syiah dan liberal," kata Denny di akun Twitternya, Selasa (10/5/2022).

Ia lantas menuding Anies sebagai oportunis, bahkan partai politik pun takut menjadikannya calon presiden.

"Kabarnya Anies itu lagi bingung. Dia pengen jauhkan kadrun2 itu, karena citranya jadi jelek dan buat banyak partai juga gak mau dekat2 kecuali Demokrat dan PKS. Tapi Demokrat udah punya calon," kata dia.

"Masalahnya, kadrun2 itu cinta banget ma Anies, nempel terus kayak ikan sapu2 🤭," tambahnya.

Untuk diketahui, nama Anies beberapa kali digandang-gadang sebagai calon presiden di Pilpres 2024. Salah satu parpol yang membuka peluang itu adalah Partai Amanat Nasional (PAN).

Partai berlambang matahari itu mengaku masih terbuka untuk mengusung kandidat capres pada Pilpres 2024 mendatang. Tak terkecuali tokoh-tokoh yang kerap digadang-gadang oleh publik sebagai Capres 2024 seperti Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, hingga Gubernur DKI Anies Baswedan.

"PAN terbuka untuk mengusung Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, atau Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, serta tokoh lainnya," ujar politisi PAN Guspardi Gaus kepada wartawan, Jumat (6/5/2022).

Meski begitu, PAN tak mau tergesa-gesa dalam menentapkan siapa tokoh yang akan diusung sebagai capres dan cawapres 2024. Lagi pula, pilihan akhir untuk menetapkan hal tersebut ada di tangan Ketum PAN Zulkilfi Hasan.

Rekomendasi