Bagaimana Mudik Mempersatukan Anak Bangsa

| 14 Jun 2018 15:46
Bagaimana Mudik Mempersatukan Anak Bangsa
Ilustrasi (Abid Farhan Jihandoyo/era.id)
Jakarta, era.id - Satu hari jelang hari raya Idulfitri, masyarakat di kota besar berbondong-bondong pulang ke kampung halaman. Nah, di momen seperti ini, perputaran uang biasanya terjadi begitu cepat. 

Dari segi ekonomi, momen mudik selalu melibatkan begitu banyak transaksi keuangan. Mulai dari belanja makanan, pembelian bahan bakar, hingga bayar tol yang cuma jadi bagian kecil dari rangkaian transaksi selama bergulirnya momen mudik.

Tapi, nyatanya momen mudik bukan cuma berdampak pada aspek ekonomi. Di saat yang sama, momen mudik juga berdampak secara sosial. Kamu tahu enggak, secara sosial, mudik disebut-sebut bisa jadi momen untuk mempersatukan anak bangsa. Gimana tuh caranya?

Sosiolog Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Musni Umar mengatakan, mudik adalah implementasi dari keyakinan teologis, di mana setiap masyarakat, untuk sesaat terhimpun dalam satu kepercayaan, bahwa mudik dapat mendatangkan kebaikan bagi masyarakat.

Nah, jika dilihat dari aspek ekonomi sosial, masyarakat di kota percaya, mudik dapat menjadi momentum untuk memberikan sumbangsih mereka terhadap kampung halaman.

Kepercayaan itu pun nyatanya diamini oleh masyarakat di desa, hingga terciptalah keyakinan kolektif tentang keistimewaan mudik.

"(Mudik) memberi kebaikan bagi masyarakat, bangsa dan negara karena menjadi medium pemersatu dan memberi sumbangsih yang positif bagi peningkatan ekonomi di desa (kampung)," katanya sebagaimana dilansir Antara, Kamis (14/6/2018).

Selain itu, mudik tentu saja jadi momen untuk mempererat silaturahmi, menyatukan mereka yang terpisah, mendekatkan mereka yang jauh. Nah, buat keluarga terdekat, momen mudik pun dapat memberi dampak ekonomi. 

Setidaknya ada lima dampak ekonomi bagi mudik. Pertama, pemudik membawa uang ke kampung lewat pembayaran zakat fitrah, zakat harta (maal), infak dan sadaqah. 

Kedua, pemudik berbelanja, mereka yang memborong oleh-oleh mampu menghidupkan perekonomian masyarakat di desa. Ketiga, pemudik yang sukses di perantauan biasanya dimintai bantuan untuk ikut membangun desa.

Keempat, hotel dan penginapan serta tempat-tempat wisata ikut memanen rezeki dari mudik Idul Fitri karena para pemudik pasti membutuhkan hotel dan penginapan untuk istirahat dan tidur serta berwisata. Kelima, tentu saja restoran dan warungyang  pasti ramai dikunjungi para pemudik untuk makan.

Rekomendasi