Basarnas Kerahkan RUV Cari Korban KM Sinar Bangun

Tim Editor

Kabasarnas Marsekal M Syaugi (Yohanes/era.id)

Jakarta, era.id - Badan Sar Nasional (Basarnas) akan mengerahkan robot penyelam atau Remote Under Vehicle (RUV) untuk mencari korban hilang KM Sinar Bangun di Danau Toba. Tercatat 192 korban masih dinyatakan hilang dan belum berhasil ditemukan.

"Kalau sampai siang ini, yang lapor keluarganya hilang itu 192 orang, di Posko 3 Ras, Danau Toba," kata Kabasarnas Marsekal Madya TNI (Purn.) Muhammad Syaugi di Posko Harian Mudik Nasional 2018, Gedung Kementerian Perhubungan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (20/6/2018).

Syaugi mengungkapkan, tim Basarnas saat ini masih terus berusaha melakukan pencarian korban hilang pada permukaan danau. Ia pun akan mengerahkan tim penyelam untuk mencari korban yang kemungkinan ikut tenggelam di perairan Danau Toba.

"Kita akan gunakan yang namanya RUV untuk melihat keadaan di dalam (menyelam). Sebab di dalam itu gelap, jangan dibayangkan kayak begini. Kita gunakan senter saja paling hanya bisa sampai 5 meter," kata Syaugi.

Salah satu kendala yang dihadapi adalah kedalaman Danau Toba. Serta kondisi dan arus perairan yang cukup keruh dapat menyulitkan pencarian.

"Dalamnya Danau Toba itu bisa sampai 300 sampai 500 meter. Ditambah airnya yang keruh sehingga menyulitkan karena kemungkian posisi para korban akan ikut bergeser, jadi enggak gampang itu," lanjutnya.



KM Sinar Bangun tenggelam saat berjalan ke pelabuhan Simanindo Lab. Samosir, Senin (18/6) pukul 17.15 WIB. 21 orang berhasil ditemukan selamat dari kejadian itu.

Hingga saat ini, proses pencarian penumpang kapal masih berlangsung. Pencarian melibatkan tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD Samosir, BPBD Simalungun dan Pemkab Samosir. Tim gabungan tersebut menggunakan 3 kapal kayu milik Organisasi Perkapalan Simanindo (OPS) dan KMP Sumut I.

Tag: tenggelam kecelakaan infrastruktur

Bagikan: