"Dulu Bilang Cukup 2 Kali Vaksin, Kini Booster Kalian Mau Paksakan, Demi Bisnis Kartel Farmasi Rakyat Jadi Percobaan," Nicho Silalahi Sindir Rencana Booster Jadi Syarat Perjalanan

Tim Editor

Nicho Silalahi (tangkapan layar Twitter)

ERA.id - Pegiat media sosial Nicho Silalahi angkat bicara terkait dengan rencana pemerintah menjadikan vaksin booster sebagai syarat perjalanan beraktivitas.

Dia mengkritik rencana kebijakan tersebut. Sebab, pemerintah saat itu menyebut pemberian vaksinasi hanya cukup 2 dosis. Namun, kini pemeriuntah memaksakan masyarakat agar mendapatkan vaksinasi tambahan.

"Demi bisnis kartel farmasi rakyatpun kalian jadikan kelinci percobaan dan bagaimana kalau rakyat mengusulkan seluruh vaksin itu kami wakilkan pada kalian saja seluruhnya disuntikkan?" kata Nicho Silalahi dikutip dari akun Twitternya pada Selasa (5/7/2022).


Seperti diketahui, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi selaku Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan melalui keterangan resmi, Senin (4/7/2022), mengatakan pemberlakuan vaksin booster sebagai syarat mobilitas masyarakat baru akan diterapkan paling lama dua pekan lagi.

Keputusan tersebut merujuk pada hasil Rapat Terbatas Kabinet yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo dan akan diatur melalui peraturan Satgas Penanganan COVID-19 dan peraturan turunan lainnya.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril mengatakan rencana pemerintah menerapkan vaksin dosis penguat atau booster sebagai syarat perjalanan merupakan bentuk pengetatan protokol kesehatan seiring laju peningkatan kasus COVID-19 di sejumlah daerah.

"Presiden sudah menyatakan itu (booster syarat perjalanan). Kita tidak ingin masuk lagi ke kasus sebelumnya yang menyebabkan lonjakan orang sakit," kata Mohammad Syahril yang dikonfirmasi melalui telepon di Jakarta dikutip dari Antara, Selasa (5/7/2022).

Tag: Nicho Silalahi vaksin booster rencana kebijakan vaksin booster

Bagikan: