Pendeta Saifuddin Minta Hapuskan 300 Ayat Al-Quran, Ahmad Dhani Bawa-bawa Ahok: Jadi Ikut Gila

ERA.id - Belakangan ini, Pendeta Saifuddin Ibrahim jadi perbincangan publik. Hal ini dikarenakan permintaan kontroversialnya supaya pemerintah menghapus sebanyak 300 ayat Al-Quran. Musisi Ahmad Dhani juga ikut menanggapi dugaan penistaan agama yang dilakukan Pendeta Saifuddin Ibrahim.

Mulanya, Vasco Ruseymi bertanya kepada Ahmad Dhani perihal kabar tersebut. Suami Mulan Jameela ini mengaku bosa mendengar soal kabar penistaan agama.

"Mas, kemarin beberapa hari ini ada seorang pendeta ngakunya, dia bilang hapus 300 ayat dalam Al-Quran. Kalau gw lihat lu politik kanan walau pun bacaan lu banyak juga yang kiri. Tanggapan lu bagaimana mas?" tanya Vasco Ruseymi dalam channel Macan Idealis.

Ahmad Dhani soal penistaan agama (Foto: YouTube)

"Sebenarnya, lama-lama agak bosen muncul yang gitu-gitu," jawab Ahmad Dhani.

Lebih lanjut, pencipta lagu "Kangen" ini mengingatkan kembali perihal kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dimasa lampau. Kala itu, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) ini disebut sebagai pionir penistaan agama.

"Dimulai oleh Ahok tahun 2016 sebagai pionir penista agama," ungkapnya.

Pasca berakhirnya kasus Ahok, mantan suami Maia Estianty ini enggan untuk membahas soal penistaan agama. Ia saat ini sudah malas untuk berdebat berbau hal-hal agama.

Ahmad Dhani soal penistaan agama (Foto: YouTube)

"Waktu awal-awal sih oke, kok lama-lama jadi bosen. Ini apa gitu loh, kayaknya mereka semakin nantangin dan kita jadi capek sendiri kalau ngeladenin," ungkapnya.

Menurutnya, nanti bisa jadi gila sendiri jika meladeni orang yang melakukan penistaan agama. Ia mengaku bosan karena banyak yang muncul orang-orang baru untuk menistakan agama.

"Karena kita harus menganggap mereka ini orang gila. Kalo kita nanggepin kita jadi ikut gila, lama-lama bosen. Mulai bermunculan yang gitu-gitu, capek sendiri," paparnya.

Menurutnya, sosok yang bukan dari kalangan pejabat atau publik figur itu hanyalah panjat sosial alias pansos. Maka dari itu, saat permasalahan Ahok kala itu menjadi bumerang.

"Udah menurut gua hitnya Ahok, yang lain cuman come and go. Yang ngehit cuman Ahok aja. Ahok itu kan pejabat negara, jadi penting. Kalau yang begini-begini nggak penting karena bukan siapa-siapa." lanjutnya.

Kami juga pernah menulis soal Beraksi Kembali, Pendeta Saifuddin Sebut Nabi Muhammad Lakukan Pernikahan Beda Agama Kamu bisa baca di sini

Kalo kamu tahu informasi menarik lainnya, jangan ketinggalan pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya!