Mengenal Apa Itu Pamali yang Hidup di Masyarakat Indonesia

| 01 Oct 2022 15:04
Ilustrasi memotong kuku (unsplash)

ERA.id - Pamali adalah kata yang kerap kita dengar ketika sesuatu dinilai tidak sepantasnya atau bahkan tidak boleh dilakukan. Pengetahuan terkait hal tersebut umumnya diajarkan oleh orang tua kepada anak dan sudah ada sejak zaman dahulu. Sebenarnya, apa itu pamali?

Pamali tidak terlepas dari budaya. Menurut Koentjaraningrat, tata kehidupan dalam masyarakat tertentu pada dasarnya merupakan pencerminan yang konkret dari nilai budaya yang bersifat abstrak (1980). Untuk lebih memahami pamali, simak uraian berikut ini.

Mengenal Apa Itu Pamali

Istilah pamali atau pemali atau pantangan diwariskan secara turun-temurun dalam suatu masyarakat. Umumnya, istilah jamak digunakan oleh masyarakat yang tinggal di perdesaan, tetapi saat ini juga dikenal oleh masyarakat di perkotaan.

Menurut Hidayat (2013), dikutip Era dari laman resmi Kantor Bahasa Maluku, pamali merupakan konsep yang fungsinya sebagai larangan bagi seseorang untuk melakukan sesuatu dengan dasar “jika dilanggar akan mendatangkan bencana”, baik terhadap diri sendiri maupun masyarakat secara luas.

Sementara, Yayuk (2011) berpendapat bahwa pamali termasuk folklore yang penyebarannya sangat luas di masyarakat sehingga justru di balik kepamalian tersebut terdapat sesuatu yang tersembunyi dengan makna dan nilai tertentu sesuai pengadaptasian nalar.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diketahui bahwa kata “pamali” berasal dari bahasa Sunda. Namun, kepercayaan terhadap sesuatu yang bermakna sama dengan pamali ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.

Masyarakat Maluku adalah salah satu masyarakat yang memegang kuat adat serta tradisi. Kekuatan nilai tradisi membuat masyarakat tidak bisa menolak berbagai warisan pengetahuan serta keyakinan kebudayaan leluhur.

Masyarakat hanya mampu melakukan penyesuaian. Terkait pamali di masyarakat Maluku, pamali memiliki daya yang jauh lebih kuat sebagai norma atau aturan dibandingkan aturan tertulis yang lain.

Pamali tidak tercatat dalam suatu tulisan sebagai norma, tetapi sebagian orang mematuhinya. Hal tersebut berkaitan erat dengan kepercayaan. Pamali memiliki fungsi sebagai norma bagi masyarakat jika masyarakat tersebut memiliki kepercayaan terhadap pamali terkait.

Dilansir Kantor Bahasa Maluku, berikut adalah beberapa contoh pamali yang ada di masyarakat. Secara tidak langsung, pamali menjadi norma lisan yang mengatur kehidupan masyarakat.

Contoh Pamali yang Masih Ada di Masyarakat

1.    Pindah tempat saat makan

ilustrasi orang makan (unsplash)

Terdapat kepercayaan bahwa saat makan tidak boleh berpindah tempat sebab bisa menyebabkan akan mendapat ibu tiri, kecuali pindah ke posisi yang lebih bagus, misalnya pindah ke meja (sebagai tempat semestinya) dari lantai. Kalau pindah ke posisi yang lebih bagus, dipercaya akan cepat mendapat pekerjaan yang lebih baik.

2.    Berteriak-teriak dengan kata kotor di hutan

Saat Anda sedang di hutan, Anda dilarang berteriak-teriak menggunakan kata-kata kotor. Jika hal tersebut dilanggar, tak lama lagi Anda bisa dirasuki roh jahat (kesurupan).

3.    Berfoto bersama dalam jumlah ganjil

Ini dipercaya oleh cukup banyak orang. Tak heran, sebab berfoto dan memfoto sudah menjadi kebiasaan masyarakat modern. Berfoto bersama orang lain dalam jumlah ganjil dipercaya bisa menyebabkan salah satu di antara orang yang difoto tersebut cepat meninggal.

4.    Duduk di depan pintu

Orang tua kadang melarang anaknya duduk tepat di depan pintu. Dikhawatirkan, ada makhluk yang melewati pintu tersebut dan orang yang duduk tepat di depan pintu tersebut jatuh sakit.

5.    Membuang sisa makan

Jika ada yang terbiasa membuang sisa makanan dengan alasan masih kenyang, dipercaya akan terjadi bentrokan keluarga beruntun selama satu tahun.

6.    Menggunting kuku saat malam

Menggunting atau memotong kuku saat malam hari dipercaya bisa membuat usia orang tersebut menjadi lebih pendek.

7.    Menyisir rambut sambil berjalan

Ilustrasi menyisir rambut (unsplash)

Orang dilarang menyisir ramputnya sambil berjalan sebab dipercaya orang tersebut akan mendapatkan malu di muka umum.

Itulah beberapa contoh dan penjelasan soal apa itu pamali. Indonesia hidup dan tumbuh bersama budaya dan adat. Kita perlu bersikap bijak dengan keanekaragaman budaya tersebut. 

Rekomendasi