Oknum Polisi Coret Dinding Mapolres Luwu Sulsel 'Sarang Pungli dan Korupsi'

| 16 Oct 2022 09:30
Oknum Polisi Coret Dinding Mapolres Luwu Sulsel 'Sarang Pungli dan Korupsi'
Oknum polisi coret dinding 'Sarang Korupsi' di Mapolres Lusu Sumsel.

ERA.id - Seorang anggota Kepolisian Resor Kabupaten Luwu inisial Aipda HR mencoret dinding kantornya sendiri yang tak lain Mapolres Luwu, Sulawesi Selatan yang bertuliskan sarang korupsi dan sarang pungli. Ia diduga orang dalam gangguan jiwa (ODGJ).

Hal tersebut sesuai dengan salinan surat pemeriksaan kesehatan dengan kop surat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Guru. Dalam surat tersebut menyebutkan Aipda HR pernah dirawat pada 16-22 Februari 2021 dan di diagnosa psikotik akut dan sementara.

Kepala Polres Luwu, Ajun Komisaris Besar Arisandi mengakui bahwa pelaku yang mencoret dinding di kantornya adalah anggotanya sendiri. Ia mengatakan, Aipda HR mengalami masalah kejiwaan.

"Yang buat itu anggota (polisi) atas nama Haerul. Dia diindikasikan masalah psikologis/kejiwaan,” ungkapnya Arisandi.

Ia menambahkan, Aipa HR pernah mendapatkan perawatan jiwa di Poli RSUD Batara Guru dan sering mengamuk.

"Oknum ini sering mengamuk dan menolak untuk meminum resep obat yang diberikan oleh dokternya, serang beberapa waktu, oknum ini dipulangkan, dan karena kondisinya sudah membaik ia kembali bertugas seperti biasa di pos penjagaan," ucap Arisandi.

Oknum polisi coret dinding 'Sarang Pungli' di Mapolres Luwu Sumsel (Ashar Abdullah/ERA.id)

Lebih jauh, Arisandi menyatakan, bahwa oknum polisi tersebut sebelumnya sudah pernah melakukan hal serupa di media sosial. Namun Arisandi tidak merinci apa yang ditulis oleh oknum polisi tersebut.

"Bahkan pernah di medsos apa segala macam. Bukan ji orang dari luar, anggota sendiri ji. Bayangkan ada anggota berani begituan, masalah apa coba?" tuturnya.

Dia kemudian mengungkapkan bahwa oknum polisi tersebut saat ini sedang menjalani proses pembinaan kejiwaan.

"Ini lagi kita ini (proses) kan supaya bagaimana teknis pembinaannya yang bersangkutan ini," ungkapnya.

Arisandi menambahkan, oknum polisi tersebut bahkan pernah dirujuk ke rumah sakit jiwa (RSJ) dan diberikan obat. Namun dia tidak meminum obat yang diberikan.

"Di rumah sakit dia dikasih obat jalan tapi dia nggak minum, keluarganya juga nggak bisa kontrol," tuturnya.

Rekomendasi