Propam Polda Sumut Periksa 5 Polisi Terkait Penyerangan RSU Bandung

| 07 Nov 2022 17:33
Propam Polda Sumut Periksa 5 Polisi Terkait Penyerangan RSU Bandung
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi. (Ilham/ERA).

ERA.id - Propam Polda Sumatera Utara (Sumut) memeriksa lima orang anggota polisi terkait penyerangan Rumah Sakit Umum (RSU) Bandung di Jalan Mistar, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.

Kelima anggota polisi itu ditangkap dan diperiksa usai diduga melakukan penganiayaan  saat penyerangan berlangsung.

"Ada 5 anggota yang sudah diperiksa oleh Propam Polda," ungkap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Senin (7/11/2022).

Hadi meluruskan bahwa peristiwa tersebut bukan penyerangan melainkan penganiayaan. Dia menyebut motifnya karena kesalahpahaman.

"Itu masalah kesalahapahaman dan masalah pribadi antara anggota sama awalnya dengan sekuriti dan perawat," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah pria berpakaian polisi menyerang Rumah Sakit Umum (RSU) Bandung, di Jalan Mistar, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (6/11/2022).

Dari informasi yang diperoleh penyerangan itu terjadi sekira pukul 05.00 WIB. Akibat penyerangan tersebut sejumlah perawat dan satpam mengalami luka-luka. Tak hanya itu, bahkan penyerangan itu turut membuat pasien panik.

Seorang saksi, dr. Freddy mengaku melihat salah satu pelaku memakai seragam kepolisian saat penyerangan itu berlangsung. Bahkan, pelaku itu, kata Freddy, mengakui bahwa dia merupakan anggota Polri.

"Saat itu saya bilang kau siapa? Ada yang jawab ngaku dari polisi. Dibuka jaketnya dan terlihat pakaiannya," ungkapnya kepada wartawan.

Freddy menyebut pelaku yang mengenakan pakaian polisi dan mengaku anggota Polri itu berinsial IR Siregar. Sementara untuk pangkat pelaku, Freddy mengaku tidak mengetahui.

"Ini penyerangan kedua," tambah Freddy.

Sementara, pemilik RSU Bandung, Meriahta Sitepu mengaku menyaksikan langsung penyerangan tersebut. Dia pun mengaku tidak terima dan sangat menyayangkan peristiwa penyerangan tersebut.

"Saya ikut menyaksikan ada yang melakukan penyerangan. Tentunya kita tidak terima, karena ini kan rumah sakit, pelayanan publik," ujarnya.

Meriahta menyebut seorang perawat dan seorang satpam terpaksa dirawat intensif setelah mengalami luka akibat dipukul para pelaku. Bendahara DPD PDIP Sumut itu mengaku belum mengetahui pasti motif para pelaku melakukan penyerangan.

"Ini sangat kita sayangkan, apalagi ada yang bilang dari polisi. Tidak jelas siapa yang mereka cari, saya hadir udah ribut. Ada luka lebam-lebam di kepala dan perawat ini langsung dibawa ke UGD," pungkasnya.

Sementara itu, peristiwa ini membuat Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda berang. Valentino menegaskan akan segera menangkap para pelaku termasuk terkait keterlibatan oknum anggota Polri.

"Hari ini akan saya tangkap semuanya. Ini sudah disampaikan oleh Kapolda Sumut langsung. Hari ini akan kita ungkap. Siapa pun pelakunya akan kita bawa ke Polrestabe Medan," ungkap Valentino.

Valentino mengungkapkan berdasarkan hasil pemeriksaan bahwa para pelaku berjumlah delapan orang. Dia juga membenarkan para pelaku menyerang RSU Bandung sebanyak dua kali.

"Kita dalami CCTV dan keterangan saksi. Selanjutnya ada serangan kedua yang melibatkan lebih banyak orang lagi. Kami sampaikan langsung ke pihak dan pemilik rumah sakit, bahwa siapa pun pelakunya, ini ada dugaan dari oknum polisi akan kami tindak tegas," pungkasnya.

Rekomendasi