Lihat Orang yang Tebas Wajah Anaknya Pakai Pedang, Ibu Arya Nangis: Pelaku Harus Mati!

| 13 May 2023 09:24
Lihat Orang yang Tebas Wajah Anaknya Pakai Pedang, Ibu Arya Nangis: Pelaku Harus Mati!
Kombes Bismo merangkul Rujai, ayah Arya, usai ungkap kasus penangkapan ASR alias Tukul di Mapolresta Bogor Kota, Jumat (12/5/2023) sore. (Antara)

ERA.id - Tangis kelurga pecah ketika pelaku utama yang menebas siswa SMK di Bogor, Arya Saputra, yakni ASR alias Tukul ditampilkan ke hadapan publik.

Selain tangis, emosi keluarga Arya juga meluap saat melihat wajah pelaku. Bahkan ibu kandung Arya bernama Umay sampai mengejar pelaku hingga masuk ke ruangan Polresta Bogor Kota.  

"Alhamdulilah semoga dihukum yang setimpal. Arya mati dia harus mati juga. Saya sebagai ibunya yang nyusuin, ngongkosin, biayain biar jadi ‘orang’. Sakit banget, bela-belain buat Arya," kata Umay kepada wartawan sembari menangis.

Menurut Umay sampai detik ini keluarga ASR alias Tukul belum datang dan tidak ada iktikad baik.  

"Bawa aja ke makamnya dulu, biar lihat dia makamnya kayak gimana. Mau dimakamin apa gimana? Aku belum liat mukanya (pelaku). Kok dia tega matiin anak orang," kesal Umay.

Untuk diketahui, ASR alias Tukul ditangkap di Yogyakarta di sebuah rumah pada tanggal 11 Mei 2023. ASR Alias tukul ditangkap di warung makan saat melayani.   

Kapolresta Bogor Kota, AKBP Bismo Teguh Prakoso mengaku, saat ditangkap, Arya tidak melawan. Adapun kendalanya, Tukul dinilai lihai dan pandai melarikan diri.

"Sebelumnya tersangka sudah terlibat dalam kejahatan lain seperti jambret, pencurian di wilayah Bogor kota dan kabupaten, kemudian ditahan di polres, kemudian diteruskan di lapas dan kembali melakukan kejahatan ini di Simpang Pomad. Mendengar bahwa pelaku ini menjadi buron dan dicari, pelaku melarikan diri ke Cianjur dan daerah lain berupaya menghilangkan jejak," katanya.

Arya Saputra sendiri tewas dibacok Tukul sekitar pukul 09.30 WIB, Jumat (10/3) silam, saat hendak menyeberang dari ujung gang di pinggir Jalan Raya Jakarta-Bogor, tepatnya tidak jauh dari simpang Pomad, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.`

Salah seorang saksi, Andre menjelaskan bahwa sebelum kejadian, Arya bersama lima orang temannya hendak menyeberang jalan. Kemudian, dari arah Cibinong, datang tiga pelajar mengendarai sepeda motor lalu menyerang menggunakan pedang.

Setelah mendapat sabetan pedang pada bagian pipi, tepatnya di bawah telinga, Arya langsung terkapar. Rekan korban sempat melarikan diri sebelum kembali untuk menolong korban, dibantu warga sekitar yang memberhentikan ambulans, lalu membawa Arya ke RS FMC.

Rekomendasi