PAN Aceh: Zulhas Suka Puasa Nabi Daud, Tak Mungkin Rendahkan Nilai Agama

| 22 Dec 2023 08:42
PAN Aceh: Zulhas Suka Puasa Nabi Daud, Tak Mungkin Rendahkan Nilai Agama
Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan.

ERA.id - DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Aceh menegaskan, tak mungkin Zulkifli Hasan (Zulhas) merendahkan nilai-nilai agama. Alasannya, Zulhas sangat religius, bahkan konsisten menjalankan puasa sunah Nabi Daud.

"Beliau (Zulhas) secara konsisten puasa Nabi Daud, jadi sangat mustahil merendahkan nilai agama," kata Sekretaris DPW PAN Aceh Irpannusir, di Banda Aceh, Kamis kemarin.

Sebelumnya, viral video berisi lelucon Menteri Perdagangan sekaligus Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan pada Rakernas Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) di Semarang.

Di sana, Zulhas bercanda soal penyebutan (Aamiin) dan gerakan tahiyat yang telunjuknya naik dua jari saat salat karena mencintai Prabowo Subianto. Kemudian itu menimbulkan kontroversi hingga dianggap merendahkan nilai agama.

Irpannusir menegaskan, setiap Zulhas mengunjungi daerah, Menteri Perdagangan itu juga selalu melaksanakan shalat fardhunya di masjid-masjid.

"Beliau juga konsisten tahajud, alumni Pendidikan Guru Agama (PGA), jadi tidak mungkin Ketum Zulhas merendahkan nilai agama," ujar Wakil Ketua Komisi V DPR Aceh itu.

Tak hanya itu, mantan Sekjen PP Pemuda Muhammadiyah itu juga menuturkan bahwa Zulhas termasuk salah satu tokoh Muslim yang sangat perhatian serta peduli terhadap kehidupan umat Islam, terkhusus di nusantara.

Karena itu, tidak mungkin sosok tokoh yang selalu merajut persatuan antarpemeluk agama di Indonesia itu menyampaikan sesuatu yang dapat merendahkan nilai agama.

“Dalam karir politiknya, Ketum Zulhas juga selalu mendorong persatuan serta keharmonisan berbangsa dan bernegara,” kata Irpannusir.

Dirinya kembali menegaskan bahwa pernyataan Zulhas dalam pidatonya tersebut hanya untuk mengingatkan kepada masyarakat jangan terlalu fanatik.

"Itu sebenarnya niat baik dari Zulhas untuk mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu fanatik sampai merubah tuntunan ibadah. Hanya saja disampaikan dalam analogi sehingga mudah dipahami umat," demikian Irpannusir.

Rekomendasi