ERA.id - Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, memelas minta diperhatikan usai beberapa wilayah di daerahnya dihantam banjir namun luput dari sorotan publik.
Dia menyinggung efek bencana itu sama seperti yang dialami masyarakat Aceh, Sumatera. Dia berharap masyarakat bisa mengulurkan tangan terhadap warganya di Situbondo.
"Padahal dampak dan menangisnya pun sama," kata Yusuf saat rapat bersama Komisi XI DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa kemarin.
Dia mengatakan bahwa banjir yang terjadi kali ini, merupakan banjir yang skalanya cukup besar di Situbondo, karena terjadi di sejumlah kecamatan. Menurut dia, sejauh ini ada sekitar 8.000 orang warga terdampak atas banjir itu.
Selain pemukiman warga yang rusak, menurut dia, sejumlah area sawah, mushola, hingga pesantren, juga terdampak dari banjir tersebut.
Untuk itu, dia meminta kepada Komisi XI DPR RI selaku komisi yang membidangi urusan keuangan untuk membantu mengembalikan kondisi anggaran Transfer ke Daerah (TKD) ke kondisi semula. Karena pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan untuk memangkas TKD untuk anggaran 2026.
Dia pun mempersilakan bila pemerintah pusat hendak mengembalikan TKD dalam bentuk apapun, baik perbaikan rumah warga, maupun bangunan utuh.
"Kami persilakan. Tidak ada masalah buat kami. Mau uangnya dikembalikan atau semua yang rusak ini mau dikembalikan dalam bentuk bangunan utuh, kami pun nggak ada masalah," katanya.
Menurut dia, hal itu penting agar fasilitas publik kembali normal setelah terjadi banjir, agar kondisi perekonomian Situbondo kembali pulih. Dia pun yakin bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Situbondo saat ini bakal turun karena aktivitas ekonomi yang tidak bergerak, padahal sebelumnya pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6,16 persen.
"Jadi tolong ini menjadi aspirasi utama kami karena kalau uang itu dikembalikan maka kami semua akan kami manfaatkan untuk perbaikan," kata dia.