Angka Kasus COVID-19 Melonjak, Rumah Sakit di Solo Hampir Penuh

Tim Editor

Ilustrasi pasien COVID-19 (Dok. Antara)

ERA.id - Dinas Kesehatan Kota Solo mulai menginstruksikan pada pihak rumah sakit untuk menambah kapasitas. Pasalnya saat ini, angka ketersediaan tempat tidur di rumah sakit semakin menipis seiring banyaknya lonjakan COVID-19.

"Saya sudah menginstruksikan ke rumah sakit untuk menambah kapasitasnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo Siti Wahyuningsih, Senin (14/6/2021).

Ia mengatakan saat ini angka keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di kota Solo mencapai 73 persen. Bahkan dari 16 rumah sakit di kota Solo, sebagian rumah sakit sudah penuh.


Selain itu keterisian tempat tidur untuk ruang intensive care unit (ICU) di Solo sudah mencapai 100 persen. "Dari 127 tempat tidur ICU yang tersedia, sudah terisi 123 bed. Hanya sisa 4 bed saja di RSUP (Rumah Sakit Umum Pusat)," katanya.

Secara keseluruhan jumlah kapasitas tempat tidur rumah sakit mencapai 636 bed yang digunakan untuk isolasi pasien COVID-19. Sementara tempat tidur yang terpakai saat ini mencapai 433 bed.

Sementara itu Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menegaskan pihaknya telah membuat skema cadangan untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19. Termasuk jika ada pasien dari luar daerah yang dirujuk ke Solo.

"Ya tetap tidak bisa ditolak," ucapnya.

Selain itu Gibran juga akan menyiapkan Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) sebagai cadangan ketika ada lonjakan kasus. "Itu cadangan untuk warga Solo. Tapi ya diusahakan jangan sampai terpakai," katanya.

Tag: covid-19 solo Bed Occupancy Ratio

Bagikan: