Anggaran Kesehatan Kota Bandung Rp1 Triliun, Tapi Puskesmas Masih 'Ngontrak'

| 15 Jun 2021 22:19
Anggaran Kesehatan Kota Bandung Rp1 Triliun, Tapi Puskesmas Masih 'Ngontrak'
Puskesmas Sarijadi (Anda Mahardhika/era.id)

ERA.id - Anggaran kesehatan Kota Bandung mencapai Rp1 triliun pada anggaran tahun 2021. Jumlah tersebut difokuskan untuk penanganan COVID-19.

"Jumlah segitu untuk semua pelayanan kesehatan di Kota Bandung, saat ini kita utamakan untuk penangan COVID-19 terlebih dahulu," ungkap Ahyani di Bandung, Selasa (15/6/2021).

Ahyani juga mengungkapkan, kalau anggaran sudah dibagi-bagi sesuai dengan kebutuhan penanganan COVID-19, termasuk untuk tenaga kesehatan, pelayanan lain yang sampai ini sedang berlangsung termasuk pelayanan untuk melengkapi fasilitas pasien COVID-19 di rumah sakit yang ditunjuk untuk melayani COVID-19.

"Anggaran tersebut kami gunakan juga untuk melengkapi pelaralatan medis di RSUD dan RSKIA di Kota Bandung, salah satunya untuk mengupayakan penambahan ventilator yang per rumah sakit membutuhkan 4 ventilator lengkap dengan peralatan seperti monitor, obat, perawat yang tiap kamar membutuhkan 4 orang dan seorang dokter yang menangani," jelas Ahyani.

Dia juga mengungkapkan untuk anggaran ventilator di setiap rumah sakit sekitar Rp16 miliar, untuk RSKAI saat ini sedang dalam tahap pengajuan anggaran penambahan ventilator, melihat kondisi darurat COVID-19 di Kota Bandung saat ini pada level kritis.

Untuk anggaran revitalisasi puskesmas di Kota Bandung, dirinya mengatakan belum menjadi prioritas namun tetap menggarkan anggaran pemeliharaan karena masih ada puskesmas memiliki kondisi yang tidak bagus, tapi mengupayakan peningkatan pelayanan COVID-19 untuk warga sekitar.

Soal kondisi puskesmas di Kota Bandung, salah satu puskesmas di Kelurahan Sarijadi yang membutuhkan revitalisasi, karena belum adanya pembangunan, Puskesmas tersebut harus menyewa rumah sebagai Puskesmas sementara.

Menanggapi hal tersebut, Ahyani mengatakan memang ada anggaran untuk revitalisasi Puskesmas pada tahun 2019, namun saat ini anggaran untuk saat ini lebih baik dialihkan untuk COVID-19 terlebih dahulu.

"Untuk saat ini, kalau saya disuruh memilih diantara pembangunan puskesmas dan memaksimalkan pelayanan kesehatan terkait COVID-19, saya akan memilih untuk memaksimalkan pelayanan, walaupun menurut kami pembangunan puskesmas di masa pandemi adalah tantangan yang harus kami hadapi," jelasnya.

Rekomendasi