Terekam CCTV Korban Begal di Makassar Meringis Kena Panah, Netizen: Jangan Melawan Nanti Dipenjara

| 17 Apr 2022 13:00
Tangkapan layar rekaman CCTV (Istimewa)

ERA.id - Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) boleh dibilang sedang tidak aman. Banyak aksi kriminal, baik itu pembegalan, penjambretan dan lain-lain. Terbaru seorang pria terkena anak panah, Sabtu dini hari (16/4/2022).

Kejadian itu terjadi di BTN Pepabri Blok A, Sudiang, Makassar. Terlihat dalam video yang beredar dari rekaman CCTV, seorang pria sendirian duduk di atas motornya, diduga sedang menunggu keluarganya untuk membuka pagar.

Dari kejauhan muncul sepeda motor dengan dua orang yang saling berboncengan. Saat dekat dari korban, pelaku yang dibonceng mengarahkan anak panah ke korban.
 
Anak panah tersebut tertancap di pinggang kiri korban yang masih bergelantungan. Korban memanggil keluarga dari balik pagar rumahnya.

"Adeh (aduh). Om, bukaki om," kata korban dalam video tersebut.

Aksi itupun menyita perhatian netizen di [email protected] Beberapa mengatakan kalau korban melawan percuma saja. Sebab begalnya yang akan dilindungi.

"Jngnko (jangan) melawan sodara nanti di penjara ko," kata akun @adiabdul98.

Ada lagi netizen yang mengatakan jika kasus ini akan cepat teratasi, sebab aksi pelaku telah terekam CCTV dengan sangat jelas.

"Seharusnya bisa cepat di tangkap, kan ada cctv jdi bsa (jadi bisa) ketahuan plat mtornya (motornya). Sama halnya dengan kasus Ade. Pelaku cpat d (cepat di) ketahui lantaran adanya vidio," tulis akun @petualang627.

Komentar @petualang627 ditanggapi oleh pemilik akun @_ugha.aa yang mengatakan jika korban percuma melapor. Sebab yang dibela oleh kepolisian pastinya si begal.

"Ndk (tidak) bisa kdong melapor nnti (nanti) dia yang ditangkap HAHAHA," balasnya.

Masyarakat kini pusing dengan kebijakan kepolisian. Apalagi kasus yang lagi hangat-hangatnya yang terjadi di Lombok Tengah. Seorang korban pembegalan ditetapkan tersangka karena menghilangkan nyawa pelaku pembegalan.

Salah seorang warga Kota Makassar, Fadel mengatakan jika pihak kepolisian saat ini tidak jelas. Karena pelaku pembegalan yang terjadi di Lombok Tengah dijadikan korban.

"Tidak masuk akal di otak. Jadi kalau ketemu begal di jalan, 'saya harus berikan kendaraan dan handphone saya? Tabe, kita (begal) ambil saja ini kendaraan dan handphone ku. Begitu?' Wajar saat ini banyak aksi kriminal di Makassar. Sessajaki," ucapnya kepada ERA, Minggu (17/4/2022).

Rekomendasi