Diiming-imingi Uang, Dua Bocah di Makassar Diculik dan Dijadikan Jaminan Jasa Pengiriman Uang Elektronik

Tim Editor

Ilustrasi penganiayaan. ANTARA/HO

ERA.id - Dua bocah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi korban penitipan dan penculikan. Keduanya berinisial AD (14) dan DW (14). Korban pun dititipkan di salah satu konter jasa pengiriman uang yang berada di Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Rappocini, Makassar, Minggu (3/7/2022).

Salah satu korban, AD menceritakan koronologi awalnya. Saat itu, ia dan temannya DW  sedang memulung sampah. Mereka didatangi tersangka yang mengajaknya ke suatu tempat dengan iming-imingi untuk memberikan uang.

Saat itu, sambung AD, tersangka pun membawanya ke beberapa konter pengiriman uang namun ditolak. Hingga akhirnya salah satu konter yang menerimanya dan langsung mengirimkan uang ke nomor rekening milik tersangka.


"Ada beberapa konter didatangi, namun saat di Jalan Sultan Alauddin dia baru di terima," kata AD, Kamis (7/6/2022).

Sementara itu, Ayu, penjaga konter mengakui ada seorang pria yang membawa dua bocah dan diakuinya sebagai adiknya. Ia mengatakan pelaku ingin dikirimkan uang sebesar Rp2,5 juta ke nomor rekeningya.

Setelah dikirimkan, pelaku pun mengaku tidak membawa uang tunai dan akan ke ATM untuk mengambil uang yang telah ditransfer. Pelaku pun menitip korban AD dan DW sebagai jaminan kalau pelaku tak akan kabur.

Sayangnya, pelaku tak kunjung kembali hingga malam tiba. Sehingga pemilik konter jasa pengiriman uang elektronik pun melaporkan kejadian itu ke Polsek Rappocini. Saat ini pihak kepolisian pun masih mengejar pria yang belum diketahui identitasnya.

Kejadian ini pun menjadi buah bibir bagi netizen yang mengomentari postingan akun Instagram @info_kejadian_makassar. Ada yang berkomentar serius adapun yang jenaka.

"Cocok tong tawwa ajakannya ke anak kecil itu 'pergi cari uang," kata @diash_25.

Ada lagi netizen yang beranggapan jika pemiik konter-konter jasa pengiriman uang elektronik harus lebih teliti dalam menyeleksi pegawai baru.

"Punya ATM kok gak transfer sendiri. That's why kita harus menyeleksi pegawai kita. Gak mesti jago matematika, minimal logikanya jalan, manpu menganalisa," tulis @andidewiamalia.

Tag: makassar penculikan anak

Bagikan: