Ngaku Bingung Dilaporkan ke Komnas PA, Virgoun: Enggak Kecewa, Alhamdulillah

| 10 Feb 2026 14:15
Ngaku Bingung Dilaporkan ke Komnas PA, Virgoun: Enggak Kecewa, Alhamdulillah
Virgoun (Era.id/Nurul Tryani)

ERA.id - Vokalis band Last Child, Virgoun, memenuhi panggilan dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) untuk memenuhi agenda klarifikasi terkait polemik pengasuhan ketiga anaknya. Ia mengaku tidak merasa kecewa meski persoalan tersebut harus melibatkan pihak ketiga dan berlarut-larut hingga ke Komnas PA.

"Ya sebagai orang tua juga bukan orang tua sempurna ya. Jadi kalau setiap kekurangan dikoreksi, ya melibatkan pihak ketiga yang memang untuk kepentingan anak-anak… enggak kecewa sih, ya Alhamdulillah aja,” ujar Virgoun di Komnas Anak, Jakarta Timur, Selasa (10/2/2026).

Terkait hubungannya dengan Inara, Virgoun mengungkapkan bahwa saat ini komunikasi di antara mereka sudah terhenti. Ia menyebut akses WhatsApp Inara kini dipegang oleh pihak lain.

“Udah stop ya. Karena WA-nya dipegang sama suaminya,” katanya singkat.

Ketika ditanya mengenai kondisi anak-anaknya, Virgoun memilih untuk tidak banyak berkomentar. Ia menyerahkan penilaian tersebut kepada pihak Komnas PA yang akan melakukan kunjungan ke rumahnya.

“Nanti kalau nanya kondisi anak-anak, nanti biar dari Bang Agus (ketua Komnas PA) aja. Karena kan nanti ada visit. Aku juga enggak berani statement apa-apa yang merasa lebih baik dari ibunya anak-anak ya. Tapi nanti biar ada pihak Komnas Anak yang memang bisa menilai,” jelasnya.

Meski demikian, Virgoun menegaskan bahwa soal komunikasi anak-anaknya dengan Inara masih terjalin baik terutama melalui sekolah. Bahkan, ia mengaku Inara sempat bertemu mereka pada hari yang sama sebelum melapor ke Komnas HAM.

“Ke sekolah masih ketemu. Di siang hari sebelum lapor ke Komnas HAM juga masih ketemu sama anak-anak. Makanya saya bingung dilaporin. Jadi ya udahlah,” tutup Virgoun.

Hingga kini, Virgoun menegaskan bahwa ia akan kooperatif mengikuti proses yang berjalan di Komnas PA. Ia berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik demi kepentingan dan kenyamanan anak-anaknya ke depan.

Rekomendasi