Akhirnya Muncul, Sutradara Perfect Crown Minta Maaf Usai IU dan Byeon Woo Seok Dihujat

| 19 May 2026 17:17
Akhirnya Muncul, Sutradara Perfect Crown Minta Maaf Usai IU dan Byeon Woo Seok Dihujat
IU dan Byeon Woo Seok (Instagram/mbcdrama_now)

ERA.id - Sutradara Perfect Crown, Park Joon Hwa, akhirnya buka suara terkait kontroversi drama yang menyeret nama IU dan Byeon Woo Seok. Park meminta maaf sekaligus menyesal telah menyebabkan kegaduhan.

Dalam pernyataan resminya, sutradara Park mengatakan bahwa ia bertemu dengan perwakilan MBC Korea setelah menyelesaikan syuting drama Perfect Crown. Pada pertemuan itu, Park berharap dapat memberikan kebahagiaan kepada penonton setelah episode terakhir dirilis. 

Namun respons publik justru sebaliknya. Drama Perfect Crown menuai hujatan karena dinilai tidak akurat dalam memuat cerita berisi sejarah.

"Saya ingin meminta maaf kepada penonton dan semua orang, karena saya memikul tanggung jawab terbesar atas nama tim produksi, tanpa memberi ruang untuk alasan, karena telah menciptakan sesuatu yang tidak menyenangkan daripada menyenangkan," kata Park, dikutip Theqoo, Selasa (19/5/2026).

Sutradara Park juga menyesali adanya kontroversi tersebut sehingga menyebabkan banyak kesulitan terutama untuk IU dan Byeon Woo Seok sebagai pemeran utama. Ia pun sadar kontroversi itu tidak bisa menghadirkan penghargaan untuk para aktor yang bermain di drama tersebut.

"Secara pribadi, saya benar-benar menyesal telah menyebabkan lebih banyak kesulitan daripada penghargaan kepada para aktor yang telah bekerja keras untuk menciptakan drama ini. Saya benar-benar menyesal," tuturnya.

Diketahui kontroversi drama Perfect Crown ini terjadi pada episode 11 yang tayang pada 15 Mei 2026. Pada episode itu menggambarkan latar drama monarki konstitusional Korea Selatan yang seolah negara bawahaan China. 

Episode tersebut menampilkan penobatan Pangeran Ian (Byeon Woo Seok), putra kedua keluarga kerajaan, sebagai Raja baru. Selama upacara, rakyat meneriakkan "Cheonse" (seribu tahun) atau istilah yang digunakan oleh negara bawahan. Padahal seharusnya teriakan rakyat atas penobatan Raja baru ialah "Manse" (sepuluh ribu tahun), yang merupakan simbol negara merdeka. 

Selain itu, disebutkan bahwa Pangeran Ian mengenakan guryumyeonryugwan (mahkota yang dikenakan oleh rakyat Tiongkok) dan bukan shipimyeonryugwan (mahkota dua belas rumbai) yang dikenakan oleh kaisar negara-negara merdeka.

IU dan Byeon Woo Seok bahkan menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas kontroversi yang terjadi. Keduanya mengaku menyesal lantaran tidak berhati-hati dan telah menimbulkan kekecewaan.

Rekomendasi