Langkah Baru Wastra Tenun Sikka NTT Lewat Rancangan Siap Pakai Didiet Maulana dan Iyonono

| 28 Nov 2022 08:22
Langkah Baru Wastra Tenun Sikka NTT Lewat Rancangan Siap Pakai Didiet Maulana dan Iyonono
Peragaan Tenun Sikka di Pendopo (Dok. Era.id/Vessy)

ERA.id - Tak hanya sekadar kain tenun, wastra tenun Sikka asal Nusa Tengara Timur (NTT) kini menjelma menjadi kain siap pakai. Lewat tangan para desainer, Didiet Maulana dan Iyonono, kain tenun Sikka diolah menjadi busana masa kini.

Berwujud 58 koleksi Tenun Sikka hasil kreasi desainer menggunakan bahan utama tenun, merupakan hasil program pendampingan masyarakat di Kabupaten Sikka, NTT yang digelar sejak September 2022 oleh Pendopo sebagai mitra UMKM yang bekerja sama dengan pemerintah setempat dan para stakeholder. Pendampingan masyarakat dan peragaan busana merupakan salah satu cara untuk semakin memperkenalkan tenun lebih luas lagi.

Tenun Sikka rancangan Didiet Maulana (Dok. Era.id/Vessy)

Pendopo menggandeng kedua desainer tersebut untuk ikut mengkreasikan tenun sehingga mengikuti selera masa kini. Harapannya agar masyarakat tidak hanya sekadar mengenal tapi juga dapat memakai kain indah ini sehari-hari.

"Sesuai dengan visi Pendopo untuk memelihara kekayaan busaya Indonesia, kami mewujudkannya melalui tiga fokus yaitu pengembangan produk, kolaborasi, dengan pengrajin lokal, lalu memperkenalkannya pada publik melalui pengalaman ritel kami," ungkap Direktur Pendopo, Tasya Widya Krisnadi, saat acara yang berlangsung di Pendopo, Living World Alam Sutera, baru-baru ini.

Dalam pergaan busananya, Pendopo membagi ke dalam empat kategori mulai dari dari tampilan koleksi Senandung Sikka Lilit by Pendopo. Koleksi kain tenun diaplikasikan tanpa pemotongan sesuai pakem kain wastra yang menyambung dalam satu ikatan, semua tampilan dirancang oleh desainer in-house Pendopo.

Selanjutnya hadir koleksi Sikka by Iyonono berupa koleksi pakaian siap pakai dengan tekstur dimensional menggunakan potongan-potongan kain perca khas desainer muda tersebut. Deretan busananya dikerjakan langsung oleh puluhan ibu-ibu binaannya di Cirebon dan Kuningan.

"Saya merasa bersemangat untuk mengerjakan koleborasi ini, karena boleh dibilang melalui karya, kita bisa menghubungkan para ibu penjahit dari Cirebon dan Kuningan juga para mama penenun di Sikka," ungkap Iyonono.

Tenun Sikka rancangan Iyonono (Dok. Era.id/Vessy)

Koleksinya hadir dalam 18 tampilan yang memanfaatkan kain perca tenun ikat Sikka hasil karya para mama sebagai aksen dimensional, dirangkai oleh ibu di Cirebon dan Kuningan. Rancangannya didominasi dengan potongan genderless.

Selanjutnya, koleksi bertajuk "Surya di Maumere" by Ikat Indonesia karya Didiet Maulana muncul sebagai penutup. Dalam look-nya kali ini, menginterpretasikan kembali tenun yang memperkenalkan wastra Indonesia dalam koleksi busana siap pakai bernuansa resort.

Tenun Sikka rancangan Didiet Maulana (Dok. Era.id/Vessy)

"Saya merancang ini memang ditujukan untuk outfit liburan. Menggunakan kain tenun Sikka, saya memadukannya dengan lurik serta siluet modern untuk memberikan nuansa keberagaman," ungkap Didiet dalam video singkat sebelum pegelaran di waktu yang sama.

Pendopo mengajak Didiet Maulana mengadakan program pelatihan dan pendampingan terhadap komunitas penenun ikat Sikka di kabupaten Sikka, NTT. Kegiatan mulai dari peningkatan kualitas tidak hanya produk tapi juga menejemen mutu pengrajin kain tenun ikat Sikka di NTT.

Rekomendasi