Denda Rp171 Juta, Wanita Ini Jual Gelang 'Anti COVID-19' di Malaysia

Tim Editor

Gelang diklaim anti korona (Foto: Facebook/ Info Roadblock JPJ/Polis)

ERA.id - Seorang wanita di Malaysia menjual gelang yang diklaim bisa mencegah penularan COVID-19. Hingga akhirnya, ia terkena sanksi denda sebesar Rp171 juta. Kasus ini menghebohkan dunia maya hingga menjadi viral.

Melalui Facebook resminya, Info Readblock JPJ/POLIS Malaysia mengumumkan bahwa wanita itu dinyatakan bersalah karena mempromosikan gelang yang diklaim bisa mencegah penularan COVID-19.

Gelang warna putih tersebut menjadi viral usai ditampilkan di media sosial dan dikhawatirkan  memicu persepsi yang salah tentang pencegahan COVID-19.

Dikutip dari World of Buzz, Senin (27/7), Direktur Penegakan Urusan Perdagangan dan Konsumen Domestik Datuk Iskandar Halim Sulaiman, mengatakan ada unggahan di media sosial yang mempromosikan gelang yang diklaim mampu mencegah infeksi COVID-19.

Gelang itu dijual seharga RM580 atau Rp2 juta. Hingga akhirnya, sang agen penjualan langsung dipanggil untuk diinterogasi dan dikenakan denda maksimum RM50 ribu atau Rp171 juta.

Gelang diklaim anti korona (Foto: Facebook/ Info Roadblock JPJ/Polis)

"Tindakan wanita yang mempromosikan produk tersebut bertentangan dengan Pasal 10 (1) (h) Undang-Undang Perlindungan Konsumen 1999 dan telah diperparah denagn denda maksimal RM50.000,"

Jika denda tidak dibayar, jumlah denda bisa dilipatgandakan menjadi RM100 ribu yakni sekitar Rp343 juta atau menjalani hukuman penjara maksimal tiga tahun, bahkan keduanya.

Ada pun warganet kecewa karena mengambil keuntungan di masa-masa krisis saat ini. Salah satu warganet melakukan ulasan dan ia mulanya memesan gelang tersebut. Namun, gelang itu serupa dengan ikatan rambut biasa yang banyak ditemukan di toko.

Komentar di Postingan Gelang yang diklaim bisa cegah corona

Ulasan warganet (Foto: World of Buzz)

“Mungkin juga menjual ini. Setidaknya kamu bisa mengikat rambutmu dengan baik bersamanya."

Tag: covid-19 fesyen

Bagikan: