Jangan Sepelekan, Kenali Gejala dan Penyebab Kanker Usus Besar

| 07 Aug 2022 06:08
Ilustrasi sakit perut (Foto: Freepik/benzoix)

ERA.id - Sampai saat ini, penyebab kanker usus besar belum diketahui jelas. Kanker usus sering kali tak menimbulkan gejala di awal. Kali ini, dokter spesialis bedah digestif, Wifanto Saditya Jeo membeberkan gejala dan penyebab dari kanker usus besar.

Kanker ini menyebabkan muculnya massa/benjolan di dalam rongga usus. Biasanya massa ini rapuh dan mudah berdarah. Kanker ini menyerang laki-laki dan perempuan yang mempunyai riwayat penyakit tertentu.

"Kondisi apa saja perlu diketahui tentang kanker usus besar ini. Kalau dilihat kanker kolorektal ini adalah tumor yang sering dijumpai: Urutan ketiga atau keempat," ujarnya saat ditemui di Mosaic Walk Area, Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan pada Sabtu (6/8/2022).

"Biasanya menyerang laki-laki, maupun perempuan. Laki-laki mudah menyerang kanker ini setelah ditemukan tumor prostat dan paru. Sedangkan wanita adalah serviks dan payudara. Ini sering banget terjadi," lanjutnya.

Dokter Wifanto Saditya Jeo (Foto: Era.id/Adelia Hutasoit)
Dokter Wifanto Saditya Jeo (Foto: Era.id/Adelia Hutasoit)



Tak hanya usia tua, rupanya kanker usus besar bisa menyerang usia muda. Selain itu, benjolan polip biasanya bisa berkembang menjadi kanker. Polip usus besar terbagi jadi dua kategori, yaitu polip non-neoplastik dan polip neoplastik.

"Menyerang pada usia 50-70 tahun, tetapi tak menutup kemungkinan kini sering menyerang usia muda. Itu dekat dengan ruang pembuahan (wanita). Perkembangannya tumbuhnya dimulai dari polip berkembang jadi besar akhirnya kanker. Jadinya menyebar," katanya.

"Ada benjolan di usus besar tersebut. Bercampur dengan kotor, nah ini kita harus lihat dan diperiksa mendeteksi secara dini. Kalau berdarah ini harus dipastikan ambeien atau bukan," lanjutnya.

Wifanto menjelaskan gejala-gejala seseorang mengidap kanker usus besar. Terdapat beberapa gejala kanker usus yang perlu diwaspadai. Penyakit ini bisa dicegah dengan pemeriksaan usus secara berkala.

"Gejala bisa dilihat dari perubahan pola buang air besar (diare atau sembelit) tanpa sebab yang jelas. Selain itu, perut jadi sakit atau kram," jelasnya.

"Ada juga penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas, yang pastinya bukan karena diet. Ada juga gejala-gejala lainnya, seperti diare kronis, nafsu makan menurun, mual, kembung, sulit BAB, hingga BAB tak tuntas," lanjutnya.

Wifanto membeberkan faktor penyebab dari kanker usus besar yang dapat meningkatkan peluang terkena kanker usus. Mulai dari faktor usia, riwayat keluarga, hingga ditemukan polip pada usus. Mengubah gaya hidup sehat dapat mencegah supaya tak terkena penyakit kanker usus besar.

"Faktor-faktor yang tak bisa diubah adalah usia, ras, riwayat keluarga, infeksi atau inflamasi kronis, genetik, polip mutiple. Sedangkan, faktor yang bisa diubah adalah diet rendah serat dan tinggi lemak, aktivitas fisik yang kurang, obesitas, merokok hingga alkohol." imbuhnya.

Rekomendasi