Mengenal Kelompok Houthi Yaman, Kelompok yang Balas Kekejaman Israel di Palestina

| 21 Dec 2023 23:00
Mengenal Kelompok Houthi Yaman, Kelompok yang Balas Kekejaman Israel di Palestina
Parade militer Houthi Yaman (Antaranews)

ERA.id - Seiring konflik Palestina-Israel yang masih berlangsung, masyarakat penasaran dan ingin lebih mengenal kelompok Houthi Yaman. Kelompok ini hadir menentang kekejaman Israel terhadap Palestina.

Dikutip dari Antara, pada Selasa (12/12/2023) Houthi Yaman mengungkapkan bahwa pihaknya meningkatkan kesiapan untuk menghadapi Israel. Hal ini dilakukan usai Tel Aviv menunjukkan tanda-tanda bahwa Israel akan memerangi Houthi.

"Kita harus melakukan segala upaya untuk menyerang musuh, meningkatkan tingkat kesiapan, dan bersiap untuk menghadapi segala kemungkinan dalam menghadapi tantangan-tantangan yang signifikan ini," jelas Ketua Dewan Politik Tertinggi kelompok tersebut, Mahdi al-Mashat, dalam pidato di hadapan pasukannya.

Ilustrasi (antaranews)

Mengenal Kelompok Houthi Yaman

Berdasarkan buku berjudul Syahwat Politik Kaum Syiah karangan Raghib As Sirjani, Houthi adalah kelompok oposisi yang berkembang di Yaman. Kelompok ini berbasis ideologi Syiah.

Kelompok Houthi dibentuk oleh Husein al Houthi tahun 1990-an. Pemimpin Houthi saat ini adalah Abdul Malik al Houthi, saudara Husein al Houthi. Ayah keduanya bernama Badruddin al Houthi, ulama Syiah Zaidiyah Yaman.

Dikutip dari UMY Repository, awalnya kelompok Houthi adalah kelompok kecil bernama Al Syabab Al Mukmin atau ‘Pemuda Mukmin’. Tujuan dari kelompok ini adalah mendoktrik pemuda memahami Syiah Zaidiyah sesuai keyakainan pemimpinnya.

Kelompok Houthi pun lebih mempresentasikan Syiah Imamiyah daripada Zaidiyah yang lebih dekat dengan Sunni. Pada saat itu pemerintah Yaman memberikan bantuan kepada gerakan tersebut utuk melawan pemikiran Wahhabi.

Namun, perpecahan mulai terjadi pada 2003. Pemerintah Yaman di bawah kepemimpinan Presiden Ali Abdullah Saleh bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam upaya yang diklaim sebagai gerakan melawan terorisme. Hal tersebut mendapat banyak tentangan dari warga Yaman.

Demo banyak digelar dengan slogan anti-Amerika. Salah satu hal yang disuarakan adalah demokrasi akan menyebabkan para pimpinan Yahudi menguasai Yaman. Aksi protes mendapat balasan, akibatnya ratusan anggota Al Syabab Al-Mukmin ditahan. Hubungan pemerintah dengan kelompok ini kemudian merenggang.

Konflik Kelompok Houthi dengan Pemerintah Yaman

Dilansir UMY Repository, pada 2004 Yaman menghadapi pemberontakan di wilayah utara, yaitu pemberontakan pimpinan Badruddin Hussein al-Houthi. Pemerintah belum memiliki kemampuan yang cukup untuk mengondisikan keanekaragaman suku, ketegangan pun meningkat menjadi konfrontasi kekerasan.

Dalam perang saudara tersebut, pemerintah menawarkan hadiah sebesar 75.000 dolar kepada warga Yaman yang bisa menangkan Husseiun al-Houthi. Pada September 2004, pasukan pemerintah menangkan dan membunuh Hussein.

Pemerintah mengeklaim, pemberontakan Syiah Yaman dilakukan untuk menggulingkan sistem pemerintahan Republik Yaman dan menggantinya dengan sistem Imamah (seperti tahun 1962).

Sementara, gerakan Al-Houthi menyatakan, pemberontakan dilakukan untuk melindungi diri dari penindasan oleh pemerintah. Selain itu, al-Houthi menyebut pemerintah Yaman telah korupsi, kerja sama dengan Amerika, sehingga ajaran Wahhabi di Yaman menjadi besar, terjadi diskriminasi sosial-ekonomi, dan pengabaian terhadap warga Syiah di Yaman bagian Utara.

Kami juga telah menulis artikel soal Houthi Yaman terkait konflik Palestina-Israel. Baca tulisan tersebut untuk mendapatkan informasi lengkap. 

Itulah beberapa informasi untuk lebih mengenal kelompok Houthi Yaman. Ikuti terus berita terbaru Era.id untuk mendapatkan info menarik lainnya.

Rekomendasi