Inilah Bahaya Racun Risin yang Ada di Surat Untuk Presiden Donald Trump

| 21 Sep 2020 11:50
Inilah Bahaya Racun Risin yang Ada di Surat Untuk Presiden Donald Trump
Biji jarak yang menghasilkan racun risin. (Flickr)

ERA.id - Risin adalah sejenis protein beracun yang diproduksi secara alamiah oleh tumbuhan jarak (latin: ricinus). Masih belum memiliki penawar, racun risin sering digunakan dalam tindakan terorisme karena bisa mengakibatkan dampak fatal jika tertelan atau terhirup oleh manusia.

Racun risin, bernama latin ricinus communis, biasanya dihasilkan dengan mengolah sisa pembuangan produksi minyak jarak. Ia bisa ditemui dalam bentuk serbuk, pelet, gas, atau cairan asam.

Menurut Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, racun risin bekerja dengan masuk ke sel manusia dan mencegah sel tersebut untuk memproduksi protein yang mereka perlukan. Akibatnya, sel akan mati. Hal ini lambat-laun semakin berbahaya bagi organ dalam manusia.

Korban racun resin akan mengalami mual, muntah-muntah, pendarahan organ dalam, dan bahkan kematian jika terekspos racun risin ini. Gejala-gejala awal akibat keracunan risin bisa muncul 4-8 jam setelah eksposur, dan dampak kematian bisa terjadi antara 36 hingga 72 jam tergantung bagaimana racun risin masuk ke tubuh manusia, yaitu antara dihirup, ditelan, atau disuntikkan.

Meski racun risin bersifat stabil dalam kondisi normal, kinerja racun risin bisa dinetralisir bila dipanasi hingga suhu di atas 80 derajat Celcius.

Pada tahun 1978, Georgi Markov, penulis dan wartawan asal Bulgaria yang tinggal di London, tewas karena serangan racun risin. Saat itu ia berpapasan dengan seseorang dengan payung yang telah dimodifikasi sehingga bisa menembakkan pelet racun risin ke tubuh Markov.

Sementara itu, berbagai laporan menunjukkan bahwa tentara Amerika Serikat pernah bereksperimen menggunakan racun risin sebagai senjata selama masa perang 1940an dan pada era 1980an di Irak. Di masa sekarang, risin juga mulai dipakai oleh kelompok terorisme.

Sebelumnya, pada Sabtu (19/9/2020), pejabat Gedung Putih di Amerika Serikat mengumumkan menyita satu paket surat berisi racun risin yang dialamatkan ke Presiden Donald Trump. Ancaman dari surat tersebut berhasil dideteksi sebelum sampai ke tangan sang presiden.

Satu hari setelahnya, pada Minggu, polisi menangkap satu perempuan asal Kanada yang dituduh menjadi pengirim surat beracun tersebut. Hal ini mengikuti hasil penyelidikan Badan Intelijen Federal (FBI) bahwa surat tersebut dikirim dari daerah St. Hubert, Quebec, Kanada.

Belum diketahui apa motif dari perempuan tersebut hingga berniat mengirim surat beracun ke presiden AS. Ia sendiri, seperti dikabarkan CNN, akan disidang di pengadilan Washington D.C.

Rekomendasi