Bertabur Uang Sogokan, Loyalis Trump Minta Jatah Ampunan Presiden

Tim Editor

Presiden Donald Trump. (Foto: Fox8)

ERA.id - Para pembantu Presiden Donald Trump memohon pada sang Presiden agar diberi amnesti sebelum yang bersangkutan lengser dari Gedung Putih, demikian diberitakan CNN pada Selasa (1/12/2020).

Sumber yang dikutip media internasinoal tersebut menyodorkan sejumlah staf dan orang-orang dekat Trump yang kabarnya sempat mengutarakan permintaan untuk diberi semacam pengampunan yang bisa melindungi individu-individu tersebut dari gugatan pengadilan. Seperti diberitakan CNN, salah satu sosok yang dikabarkan melakukan permintaan ini adalah Rudy Giuliani, salah seorang kuasa hukum Presiden Trump yang hingga kini masih berupaya membatalkan hasil hitung suara Pilpres AS 2020.

Giuliani sendiri telah menepis tudingan permintaan ampunan kepada Trump. Ia menyebut bahwa koran the New York Times, yang pertama kali memberitakan informasi ini, "keliru". Giuliani juga membantah telah bebricara dengan staf Gedung Putih untuk meminta ampunan tersebut.

Hingga kini belum jelas perbuatan kriminal apa yang bakal diterima Giuliani atau orang-orang dekat Trump lainnya. Namun, ada yang menyebut bahwa mereka mengkhawatirkan pemerintahan Joe Biden kelak, sehingga mencari 'ampunan' sebagai tameng perlindungan dari gugatan hukum.

Sementara itu, pada Selasa, Departemen Kehakiman Amerika Serikat juga menyatakan tengah menyelidiki aliran dana menuju Gedung Putih atau sebuah komite politik sehubungan dengan pemberian ampunan ini. Dalam dokumen pengadilan setebal 20 halaman disebutkan bahwa hakim di Pengadilan Distrik Washington DC menyetujui permohonan penyidik untuk mengakses dokumen-dokumen tertentu dalam rangka menyelidiki kasus sogok-menyogok ini, demikian dilaporkan CNN.

Dokumen pengadilan tidak memaparkan kapan aksi sogok-menyogok ini dilakukan, atau siapa orang yang terlibat. Namun di situ tertulis ada beberapa orang 'pelobi ke pejabat senior Gedung Putih' yang berusaha mendapatkan ampunan Presiden dan menggunakan perantara untuk mengirim uang sogokan.

Sejauh ini belum ada orang yang menjadi tersangka dalam kasus suap ini.

Pihak Gedung Putih sendiri menolak berkomentar mengenai berkas pengadilan tersebut.

Selama masa kepemimpinannya sebagai presiden, Trump telah memberikan ampunan ke 29 orang. Para penerima ampunan ini mulai dari aktivis hak pilih dari abad ke-19, Susan B. Anthony, hingga penasihat politik Partai Republik, Roger Stone, yang dituduh telah berbohong kepada Kongres AS demi melindungi Donald Trump dalam kampanye 2016.

Tag: donald trump pilpres AS amerika serkat

Bagikan: