Brisbane Temukan Varian COVID-19 Baru, Australia Siaga Satu

Tim Editor

Seorang petugas medis melakukan tes COVID-19 dengan cara lantatur di klinik Rumah Sakit St.Vincent di kawasan pantai Bondi, Sydney, Minggu (20/12/2020). (ANTARA/REUTERS/AAPIMAGE/Dean Lewins/aa.).

ERA.id - Otoritas kesehatan Australia mengatakan pada Sabtu (9/1/2021), bahwa mereka dalam siaga tinggi setelah menemukan infeksi Coronavirus Disease (COVID-19) dari varian virus yang sangat menular di kawasan negeri tersebut.

Brisbane, ibu kota negara bagian Queensland, pada Sabtu melakukan penguncian ketat selama tiga hari setelah jenis virus ganas yang menyebabkan COVID-19, yang terkait dengan Inggris ditemukan. Varian yang muncul di Afrika Selatan ditemukan di Sydney, kota terbesar di Australia, di hotel yang menjadi lokasi karantina, demikian melansir ANTARA.

Australia lebih berhasil daripada kebanyakan negara dengan ekonomi paling maju dalam mengendalikan pandemi, dengan total infeksi sekitar 28.600 dan 909 kematian, sementara setiap negara bagian mencatat nol penularan COVID-19.

Tetapi dengan adanya varian baru, pemerintah pada  Jumat memotong jumlah pendatang dari luar negeri, dan mewajibkan tes COVID-19 negatif dari mereka yang menaiki pesawat dan lebih banyak pengujian di fasilitas karantina lokal.

"Selama orang bepergian, risiko virus merembes ke masyarakat telah ada," kata Kepala Pemerintahan  New South Wales Gladys Berejiklian dalam konferensi pers.

"Apa pun yang dapat kami lakukan untuk mengurangi risiko tersebut sangatlah penting, terutama sekarang ketika kami memahami kemampuan varian ini, dan semua ahli menyarankan pada waktunya bahwa varian yang bermutasi ini akan menjadi varian yang dominan."

)

Australia menutup perbatasan pada Maret tetapi telah mengizinkan sejumlah kecil warga Australia untuk kembali, menempatkan mereka di karantina hotel wajib selama dua minggu pada saat kedatangan.

New South Wales, negara bagian terbesar, melaporkan satu kasus yang ditularkan secara lokal baru pada Sabtu, saat penguncian selama tiga minggu akan berakhir untuk sekitar seperempat juta orang di utara Sydney setelah wabah di sana pada  Desember.

Queensland, tempat kasus varian yang pertama kali muncul di Inggris tercatat pekan lalu, melaporkan tidak ada kasus baru. Tetapi para pejabat mengatakan bahwa mereka tidak dapat mengesampingkan perpanjangan penguncian tiga hari jika lebih banyak kasus muncul.

"Ini karena varian baru dan karena ini adalah pertama kalinya varian baru ini muncul di komunitas mana pun di negara ini," kata Kepala Petugas Kesehatan Queensland, Jeannette Young.

Tag: australia pandemi COVID-19 swab test lockdown

Bagikan: