Militer AS Selidiki 25 Aksi Terorisme Terkait Rusuh Gedung Capitol

Tim Editor

Dokumentasi: Pasukan kepolisian Capitol saat melakukan pengamanan di tengah demonstrasi Nationalist Socialist Movement (NSM), 19 April 2008. (Foto: Elvert Barnes/Flickr)

ERA.id - Departemen Pertahanan Amerika Serikat menemukan sedikitnya 25 kasus terorisme domestik selama rusuh di Gedung Capitol, Washington, Rabu lalu, demikian disampaikan media CNN, Senin (11/1/2021).

Informasi ini disampaikan oleh Sekretaris Militer Ryan McCarthy kepada anggota Komite Militer Kongres AS, Jason Crow.

Informasi ini pertama kali dipublikasikan oleh Jason Crow, anggota Komite Militer Kongres AS, setelah sebelumnya mendapat bocoran informasi via sambungan telepon dari Sekretaris Militer Ryan McCarthy, Minggu.

Dari McCarthy juga diketahui bahwa departemen pertahanan AS telah menyita sejumlah senjata api laras panjang, bom Molotov, alat peledak, dan borgol ziptie dari orang-orang yang diduga terlibat dalam aksi rusuh di Gedung Kongres, Rabu lalu.

CNN mengatakan sudah menghubungi McCarthy, namun, belum mendapat konfirmasi mengenai jumlah kasus terorisme ini.

Penyelidikan kasus terorisme domestik memperkuat elemen ekstremisme dalam aksi pemberontakan di Gedung Capitol. Sebelumnya, diketahui bahwa ribuan orang berusaha membobol parameter keamanan di kompleks legislator AS tersebut. Beberapa orang bahkan berhasil masuk ke dalam sejumlah ruangan sidang.

Saat ini, atau lima hari pascakejadian, sejumlah pakar mewanti-wanti bahwa risiko ancaman keamanan justru meningkat menjelang upacara inagurasi Presiden-terpilih Joe Biden pada 20 Januari.

"Kami melihat percakapan antar pendukung supremasi kulit putih, antar sesama kaum konservatif-ekstrem. Mereka saat ini merasa sangat bergelora (melakukan kekerasan," kata Jonathan Greenblatt, direktur eksekutif organisasi Anti-Defamation League.

"Kami tak akan kaget bila situasi penuh kekerasan ini bakal memburuk, sebelum akhirnya benar-benar tertangani."

Hal ini sama dengan yang disampaikan Crow lewat rilis tertulisnya, yaitu bahwa "departemen pertahanan menyadari adalah ancaman  terorisme lanjutan di hari-hari menjelang inagurasi." Ia menambahkan bahwa Dephan AS tengah bekerja sama dengan pihak keamanan lokal dan federal dalam mempersiapkan pengamanan.

Selain itu, anggota Kongres itu juga mendesak sang Sekretaris Militer untuk menginvestigasi kemungkinan keterlibatan anggota militer, entah yang masih aktif atau cadangan, dalam aksi kerusuhan pada Rabu lalu. Ia berharap "setiap pasukan yang ditempatkan untuk menjaga Inagurasi tidak bersimpati pada pelaku terorisme domestik."

Saat ini telah ada 20 tersangka kasus kriminal federal terkait kerusuhan di Gedung Capitol, demikian disampaikan CNN.

Tag: amerika serikat Capitol Hill

Bagikan: