Bank Dunia: Program Vaksinasi COVID-19 Palestina Kurang Dana Rp423 M

Tim Editor

Petugas medis Palestina berjalan untuk mengambil sampel usap dari orang-orang untuk diuji penyakit coronavirus (COVID-19), di Jalur Gaza Selatan, Kamis (14/1/2021). (ANTARA FOTO/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa/rwa).

ERA.id - Rencana vaksinasi COVID-19 Palestina mengalami kekurangan dana 30 juta dolar AS (sekitar Rp423 miliar), itupun sudah menghitung skema bantuan vaksin global, kata Bank Dunia dalam sebuah laporan, Senin, (22/2/2021).

Israel, pemimpin dunia dalam hal kecepatan vaksinasi, mungkin dapat mempertimbangkan untuk menyumbangkan kelebihan dosis vaksin kepada Palestina untuk membantu mempercepat peluncuran vaksinasi di Tepi Barat dan Gaza, kata Bank Dunia.

Menurut Bank Dunia, seperti dilansir ANTARA, untuk memastikan ada kampanye vaksinasi yang efektif, otoritas Palestina dan Israel harus berkoordinasi dalam pembiayaan, pembelian dan distribusi vaksin COVID-19 yang aman dan efektif.

Otoritas Palestina (PA) berencana untuk melindungi 20 persen warga Palestina melalui program berbagi vaksin COVAX. Selanjutnya, otoritas Palestina berharap untuk mendapatkan vaksin tambahan untuk mencapai cakupan 60 persen dari populasi Palestina.

Perkiraan biaya menunjukkan bahwa "total sekitar 55 juta dolar AS (sekitar Rp776 miliar) akan dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan vaksin bagi 60 persen populasi, di mana terdapat kesenjangan sebesar 30 juta dolar AS (sekitar Rp423 miliar)," kata Bank Dunia, menyerukan bantuan donor tambahan.

Palestina mulai vaksinasi bulan ini dan telah menerima sumbangan sejumlah kecil dosis vaksin COVID dari Israel, Rusia, dan Uni Emirat Arab.

Namun, sekitar 32.000 dosis yang diterima hingga saat ini jauh dari total 5,2 juta warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza, wilayah yang direbut Israel dalam perang 1967.

Tag: israel-palestina palestina vaksin covid-19 pandemi COVID-19 COVAX

Bagikan: