Riset: Jumlah Pasien Rawat Inap Naik 64 Persen karena Varian COVID-19 Inggris

Tim Editor

Dokter dengan dibantu perawat menangani pasien COVID-19 di ICU Rumah Sakit Robert Ballanger di Aulnay-sous-Bois dekat Kota Paris di Prancis, Senin (26/10/2020). (ANTARA FOTO/REUTERS/Gonzalo Fuentes/wsj).

ERA.id - Studi oleh tim peneliti asal Denmark menemukan bahwa pasien yang terinfeksi varian virus Coronavirus Disease (COVID-19) yang sangat infeksius dengan kode B.1.1.7 memiliki risiko rawat inap lebih tinggi.

Hal ini disampaikan oleh Serum Institute di Denmark, Rabu, (24/2/2021), seperti disampaikan Reuters.

Dari 2.155 orang yang diteliti oleh studi tersebut, 128 di antaranya harus dirawat inap di rumah sakit, atau 64 persen lebih tinggi risikonya dibanding dengan kelompok pasien yang terinfeksi oleh varian virus lainnya.

Hasil riset ini konsisten dengan penelitian serupa di Inggris awal bulan ini, demikian disampaikan tim peneliti tersebut.

Varian B.1.1.7 telah menjadi jenis virus COVID-19 yang paling dominan di Denmar sejak pekan lalu. Varian ini menjadi penyebab dua-pertiga kasus infeksi COVID-19, jauh lebih besar dibandingkan dengan angka kurang dari 5 persen pada awal tahun.

Denmark saat ini menjadi negara terdepan dalam hal sekuensing genome yang digunakan untuk menganalisa materi genetik virus COVID-19 untuk menentukan variannya.

Tag: pandemi COVID-19 Denmark Mutasi COVID-19

Bagikan: