Kelompok Bersenjata Bebaskan 1.800 Napi dari Penjara Nigeria

Tim Editor

Ilustrasi: Kaca yang retak di kota Lagos, Nigeria. Pada Senin, (5/4/2021), kelompok bersenjatakan senapan mesin menyerang beberapa bangunan dan membebaskan 1.800 napi. (Foto: Namnso Ukpanah/Unsplash)

ERA.id - Kelompok bersenjatakan senapan mesin dan pelontar granat melancarkan serangan terencana di kawasan tenggara Nigeria, hingga membebaskan lebih dari 1.800 narapidana dari sebuah penjara, seperti dilaporkan Al Jazeera, Selasa, (6/4/2021).

Rangkaian serangan itu terjadi kira-kira pukul 2 dini hari, Senin, di kota Owerri, di negara bagian Imo, dan berlangsung selama dua jam, sebut Al Jazeera mengutip warga setempat. Sejumlah pria bersenjata disebutkan juga menyerang bangunan milik polisi dan militer.

Prioritas pemerintah Nigeria saat ini adalah "menangkap narapidana yang kabur", seperti disebutkan juru bicara otoritas penjara Nigeria Francis Enoboro.

Serangan terencana pada Senin terjadi kurang dari dua pekan setelah gelombang kekerasan pecah di kawasan tenggara Nigeria. Al Jazeera mengabarkan setidaknya 12 aparat keamanan terbunuh dalam penyerangan di empat pos polisi, penjagaan militer, dan kendaraan rumah tahanan.

Hingga kini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan pada Senin. Namun, inspektur-jenderal polisi Nigeria menuduh kelompok Rakyat Pribumi Biafra (IPOB) dan kelompok paramiliter mereka, Jaringan Keamanan Timur, ikut berperan dalam aksi tersebut.

IPOB sendiri selama ini menyatakan bertarung untuk melindungi rakyat Igbo dari penindasan militer asing. Namun, mereka membantah terlibat dalam serangan itu.

Tag: afrika nigeria kekerasan

Bagikan: