Emas Amazon Diam-diam Dibarter dengan Jatah Vaksin Penduduk Adat

Tim Editor

Dokumen: Penambangan emas ilegal di sepanjang Amazon, Peru, 29 Januari 2016. (Foto: Wikimedia Commons)

ERA.id - Penyidik federal di negara bagian Roraima, Brazil, tengah menginvestigasi laporan yang menyebut emas yang didulang secara ilegal ditukar penambang dengan vaksin COVID-19 yang menjadi jatah penduduk adat di kawasan Yanomami, demikian seperti dikabarkan Reuters, (15/4/2021).

Pemimpin adat di kawasan Amazon telah melayangkan komplain atas transaksi tersebut, dan para penyidik menyatakan telah memulai investigasi. Hal ini diselidiki bersamaan dengan kasus lainnya terkait penggunaan stok vaksin yang diperuntukkan untuk rakyat adat setempat.

Asosiasi Hutukara, badan yang mewakili rakyat Yanomami, mengajukan komplain tersebut dengan dukungan organisasi nonpemerintah Instituto Socioambiental, sebut Reuters.

Asosiasi tersebut menyebut seorang pekerja medis di distrik Homoxi menukar vaksin corona dengan emas. Pekerja tersebut disebutkan juga menjual bensin dan mesin generator kepada para penambang dengan imbalan emas.

"Rakyat Yanomami telah lama komplain bahwa material dan obat-obatan yang diperuntukkan bagi kesehatan rakyat adat telah dialihkan kepada penambang ilegal," sebut Dario Kopenawa Ianomami dalam surat yang ia kirim ke penyidik dan Kementerian Kesehatan, dikutip Reuters.

Kasus lainnya juga melibatkan seorang pekerja medis, yang oleh asosiasi tersebut disebut bertemu dengan para penambang di kala malam dan menukar obat-obatan dengan emas.

Kementerian Kesehatan menyatakan menerima surat Ianomami pada 5 April dan telah memulai proses investigasi.

Brazil saat ini tengah berjibaku melawan gelombang infeksi virus corona. Dampak yang dialami negara ini termasuk yang paling berat di dunia, dan rakyat adat termasuk yang paling rentan menjadi korban selama pandemi, demikian sebut Reuters.

Tag: hutan amazon vaksin covid-19 Brazil tambang emas ilegal

Bagikan: