Pria Hong Kong yang Ejek Lagu Kebangsaan China Ditangkap Polisi

Tim Editor

Acara nonton bareng atlet anggar Edgar Cheung di sebuah mall di Hong Kong, (26/7/2021). (Foto: Studio Incendo/Flickr)

ERA.id - Polisi Hong Kong benar-benar menangkap satu pria yang diduga mengejek lagu kebangsaan China ketika acara nonton langsung Olimpiade Tokyo di sebuah pusat perbelanjaan.

Dalam pernyataan kepolisian, Jumat, (30/7/2021), pria berumur 40 tahun dituduh "menghina" lagu kebangsaan yang berkumandang saat upacara pengalungan medali emas Olimpiade atas atlet anggar Edgar Cheung, ditayangkan langsung Senin.

Ketika bendera Hong Kong dikibarkan dan lagu 'March of the Volunteers' - lagu kebangsaan China - berkumandang dalam tayangan langsung, sang pria, yang mengaku diri jurnalis, disebut polisi bersorak dengan nada mencemooh dan mengucapkan slogan yang menghina China.


Polisi juga menyebut pria itu membawa bendera kolonial Hong Kong. Mereka menduga tujuan sang pria adalah menciptakan kebencian dan mempolitisasi Olimpiade, melansir CNN.

Pria itu pun ditangkap atas dugaan pelanggaran Aturan Lagu Kebangsaan, yang mulai berlaku Juni tahun lalu. Hukuman penjara maksimalnya adalah tiga tahun.

Sejak penyerahan oleh Inggris pada 1997, atlet Hong Kong telah berkompetisi di Olimpiade dengan nama 'Hong Kong, China'. Meski bendera regional dikibarkan, lagu kebangsaan China masih tetap dikumandangkan bila atlet Hong Kong memenangkan medali emas, melansir CNN.

Atlet anggar Cheung menjadi peraih medali emas Olimpiade pertama bagi Hong Kong di sejak 1997. Medali emas sebelumnya diraih oleh peselancar udara Lee Lai-Shan pada tahun 1996, ketika wilayah itu masih mengumandangkan "God Save the Queen" - lagu kebangsaan Inggris - saat sang atlet naik podium.

Tag: china hong kong polisi hong kong

Bagikan: