Kasus Covid-19 Jepang Pecah Rekor Beberapa Hari Sebelum Pembukaan Paralimpiade Tokyo

| 19 Aug 2021 13:47
Kasus Covid-19 Jepang Pecah Rekor Beberapa Hari Sebelum Pembukaan Paralimpiade Tokyo
Logo Paralimpiade terpampang di Tokyo, Jepang. (16/8/2021) (Foto: ANTARA/REUTERS/Issei Kato)

ERA.id - Jepang mencatatkan rekor baru jumlah kasus Covid-19 dan makin penuhnya ruang-ruang ICU di Tokyo sepekan sebelum Paralimpiade 2020 diselenggarakan di kota tersebut.

Secara nasional jumlah kasus infeksi Covid-19 harian mencapai angka rekor 23.917 kasus, menurut pencatatan radio publik Jepang NHK, Rabu, (18/8/2021).

Di hari itu, Tokyo mencatat 5.386 kasus corona, sedikit di bawah rekor 5.773 kasus yang terjadi Jumat lalu. Namun, sejumlah pakar mengatakan bahwa angka riil kasus diprediksi lebih besar mengingat jumlah tes Covid-19 yang dilakukan masih rendah, melansir The Guardian, (19/8/2021).

Selain Tokyo, Osaka, Hyogo, dan prefektur lainnya, juga mengumumkan angka rekor kasus Covid-19 harian, Rabu.

Sementara para pejabat berdebat apakah Olimpiade Tokyo lalu turut andil memicu kenaikan kasus Covid-19 di jepang, panitia Paralimpiade kini terus mempersiapkan gelaran olahraga tersebut di tengah kondisi darurat yang bakal terus diterapkan hingga acara selesai.

Mengingat varian Delta menyebar begitu cepat dan luas, pembatasan darurat bisa saja diperketat oleh pemerintah Jepang sehingga menyerupai 'lockdown' di negara-negara lain. Sejauh ini otoritas hanya meminta bar dan restoran menyetop penjualan alkohol dan tutup lebih cepat. Aturan ini diterapkan di 60% kawasan Jepang dan berlaku hingga 12 September.

Sementara itu, gelombang kelima wabah Covid-19 membuat kapasitas rumah sakit hampir penuh. Pemerintah Jepang sampai meminta warga dengan gejala 'sedang' untuk beristirahat di rumah meski ada bukti bahwa kebijakan ini memicu tingginya angka kematian di rumah.

Lebih dari 80% ruang di ICU Tokyo kini telah dipakai, sebut the Guardian. Di perfektur Kanagawa, bahkan kapasitas sudah mencapai 100%.

Pakar menyarankan lebih banyak pengetesan dan penggunaan hotel untuk tempat isolasi mandiri, guna memperlambat wabah Covid-19.

"Mereka bisa membuat pembatasan yang lebih efektif lewat peraturan yang sudah ada," sebut Shibuya, eks direktur Institute for Population Health di King's College London.

Paralimpiade Tokyo, yang bakal dibuka pada 24 Agustus, juga akan digelardengan minimal atau tanpa penonton. Sejumlah siswa sekolah dikabarkan boleh menghadiri ajang olahraga ini.

Setengah populasi Jepang - yang total berjumlah 125 juta warga - telah mendapatkan setidaknya satu kali suntikan vaksin Covid-19. Namun, baru sepertiga populasi yang sudah tuntas divaksin, melansir the Guardian.

Rekomendasi