Bikin Patah Hati, Gua Sakral Bangsa Pribumi Berusia 1.000 Tahun Dilelang Jadi Milik Pribadi

Tim Editor

Menurut penelitian, pigmen gambar di Picture Cave, Missouri, AS, dibuat 1.000 tahun lalu. Gua ini juga merupakan tempat sakral bagi bangsa pribumi Osage Nation di AS. (Foto: Twitter)

ERA.id - Sebuah gua di negara bagian Missouri, Amerika Serikat, pada Selasa, (14/9/2021), terjual melalui acara lelang, melukai hati para pemimpin bangsa pribumi Osage Nation yang berharap bisa lebih dulu membeli areal tersebut agar "situs sakral" mereka tetap terlindungi.

Melansir The Guardian, dalam sesi lelang oleh Selkirk Auctioneers & Appraisers, disebutkan bahwa seseorang bersedia membayar 2,2 juta dolar AS atau setara Rp31,3 miliar untuk memiliki tempat tersebut. Sebelumnya, gua yang dalam lelang dinamai 'Picture Cave' atau gua bergambar itu dimiliki sebuah keluarga yang tinggal di St. Louis, AS, sejak tahun 1953.

Identitas pemilik baru gua bersejarah tersebut dirahasiakan pihak pelelang.


Selain area gua, pemilik baru juga akan memiliki 43 are perbukitan yang melingkupi kota Warrenton, 97 km sebelah barat St. Louis.

Komunitas bangsa pribumi Osage Nation, yang memiliki hubungan erat dengan gua tersebut, menyatakan "sangat patah hati" dengan adanya pelelangan tersebut. Gua tersebut menjadi situs ritual sakral dan pemakaman jenazah leluhur di masa lalu.

"Leluhur kami tinggal di area ini selama 1.300 tahun," sebut pernyataan dari komunitas pribumi Amerika itu, melansir The Guardian.

"Ini adalah tanah kami. Ratusan ribu leluhur kami dimakamkan di sekitaran Missouri dan Illinois, termasuk di Picture Cave."

Carol Diaz-Granados, ilmuwan dari departemen antropologi Washington University, mengatakan bahwa gua bersejarah itu memiliki banyak gambar tentang manusia, hewan, burung, dan mahkluk mitos. Ia menyebut detail-detail dari gambar yang ada di gua di Missouri itu sangat khas, berbeda dengan gua manapun di Amerika serikat.

Pernah ada sejumlah ahli kimia dari Universitas Texas A&M yang meneliti gambar-gambar gua tersebut, beberapa tahun lalu. Kesimpulannya adalah bahwa sampel pigmen warna yang digunakan dalam gambar berusia setidaknya 1.000 tahun, demikian diberitakan di The Guardian.

Diaz-Granados menyayangkan adanya pelelangan tersebut. Ia menganggap "melelang situs sakral Indian Amerika memberikan pesan yang keliru."

"Rasanya seperti melelang Sistine Chapel," katanya, mengacu pada sebuah gereja tua di Vatikan yang sangat bersejarah bagi tradisi Kristiani.

Kini 'gua bergambar' itu dimiliki sebagai aset pribadi, Diaz-Granados masih optimis gua itu akan terhindar dari kerusakan karena adanya statuta yang melarang siapapun merusak "situs pemakaman tanpa nama". Hukum di Missouri, AS, juga melarang benda-benda kebudayaan di suatu situs diambil.

Namun, lebih-lebih, ia berharap sang pemilik baru bakal menyerahkan situs sakral itu kembali kepada bangsa Osage Nation.

"Itu gua mereka," kata dia, dilansir dari The Guardian. "Tempat itu adalah kuil sakral mereka, dan sudah sepantasnya kembali pada mereka."

Tag: amerika serikat tempat bersejarah

Bagikan: