Kabur Selama 40 Hari, Pembelot Korea Utara Akhirnya Ditangkap

| 01 Dec 2021 09:30
Kabur Selama 40 Hari, Pembelot Korea Utara Akhirnya Ditangkap
Zhu Xianjian ditangkap (Dok: Jilin Police)

ERA.id - Seorang pembelot Korea Utara yang melarikan diri dari penjara di timur laut China berhasil ditangkap. Dia kembali diamankan pihak berwenang setelah 40 hari kabur selama musim dingin.

Kantor kepolisian Jilin berhasil menangkap Zhu Xianjian, seorang pembelot dari Korea Utara yang buron selama 40 hari. Polisi mengungkap Zhu ditangkap pada pukul 10:00 waktu setempat pada Minggu (28/11/2021).

Dalam sebuah video penangkapannya, Zhu yang memiliki tubuh kurus terlihat digendong dalam kondisi yang lemah dengan tangan diborgol. Zhu diyakini telah ditembak di salah satu kakinya dan dikirim ke rumah sakit untuk perawatan.

Akun media sosial terbesar di China membahas tentang aksi Zhu yang kabur dari dalam penjara. Dia dinilai sangat kuat lantaran mampu bertahan di kondisi cuaca yang dingin. Bahkan suhu saat itu turun di bawah titik beku dalam 10 hari terakhir.

Zhu Xianjiang merupakan pembelot Korea Utara yang diamankan dan dipenjara China pada tahun 2013. Dia diketahui baru saja menyelesaikan hukumannya selama dua tahun sebelum akhirnya melarikan diri.

Menurut laporan CNN, dokumen pengadilan merinci bahwa Zhu adalah seorang penambang batu bara di Korea Utara yang berenang menyeberangi sungai ke sebuah desa China di kota Tumen, provinsi Jilin pada 2013.

Pria 39 tahun itu ditangkap akhir tahun 2013 dan pada tahun 2014 dijathui hukuman 11 tahun penjara karena melakukan penyeberangan perbatasan secara ilegal, pencurian, dan perampokan. Dia juga terancam dideportasi ke negara asalnya, Korea Utara.

Zhu juga tercatat menikam seorang wanita tua yang sudah berhasil menemukannya. Tetapi dia melarikan diri dengan menggunakan taksi sebelum akhirnya ditangkap polisi.

Sejauh ini Zhu sudah menjalani sembilan tahun hukuman penjara, dan pada saat melarikan diri dia masih memiliki sisa dua tahun sebelum akhirnya dibebaskan dan dideportasi ke Korea Utara. Dia diketahui kabur dari penjara dengan cara merusak pagar listrik dan melompat tembok yang sangat tinggi.

Banyak spekulasi yang muncul tentang keputusan Zhu memilih melairkan diri. Di mana Zhu diyakini kabur demi menghindari deportasi. Sebab bagi para pembelot Korea Utara yang dikirim kembali akan menerima konsekuensi penyiksaan.

Selama melakukan pencarian Zhu, polisi sempat salah tangkap ke seorang pria lantaran memiliki kemiripan wajah. Pria itu kemudian dibebaskan setelah menjadi korban sasaran salah tangkap.

Polisi kemudian kembali melakukan pencarian terhadap Zhu. Bahkan polisi menyiapkan hadiah lebih dari 23.000 dolar (Rp329 juta) untuk menangkapnya. Total hadiah itu bahkan diperbarui mencapai 100 ribu dolar (Rp1,4 miliar), yang juga lebih dari 350 kali pendapatan bulanan rata-rata penduduk setempat.

Dengan tertangkapnya Zhu, dia akan dideportasi pada tahun 2023. Pada tahun 2014, Komisi Penyelidikan PBB tentang hak asasi manusia mengatakan Korea Utara bertanggung jawab atas "pelanggaran hak asasi manusia yang sistematis, meluas dan berat" dan "kejahatan terhadap kemanusiaan".

Rekomendasi