7 Rekomendasi Warung Kopi yang Melegenda di Indonesia, Sudah Pernah Nongkrong di Sini?

Tim Editor

Kopi Phoenam (PergiKuliner)

ERA.id - Di Indonesia, dari berbagai sumber, setidaknya ada 7 rekomendasi warung kopi (warkop) yang melegenda. 6 dari warung kopi itu bahkan lebih tua dari umur  Indonesia.

Sejak empat abad yang lalu, kedai kopi atau warung kopi sudah ada di Indonesia, tepatnya ketika India mengirimkan bibit biji kopi Yemen atau yang dikenal dengan Arabica kepada Pemerintahan Belanda di Batavia pada tahun 1696.

Apa saja nama warung kopi yang melegenda di Indonesia itu? Simak secuplik sejarahnya di bawah.

1. Warung Tinggi Tek Sun Ho – Tahun 1878

TripAdvisor

 

Warung Tinggi terletak di Hayam Wuruk, Jakarta. Kedai kopi melegenda ini sebelumnya bernama Tek Sun Ho yang didirikan oleh Liaw Tek Soen pada tahun 1878.

Menu kopi yang terkenal di Warung Tinggi, warung kopi yang melegenda itu, adalah Kopi Jantan dan Kopi Betina. Kopi Jantan memiliki rasa yang sangat keras dan berkhasiat meningkatkan vitalitas, sedangkan Kopi Betina banyak disukai oleh anak muda.

Saat ini, Warung Tinggi menembus pasar supermarket, hotel, dan perkantoran. Mereka juga mengekspor kopi ke Jepang dan Amerika Serikat. Namanya pun berubah atau ditambah menjadi Koffie Warung Tinggi yang berlokasi di Jl. Sekolah Tangki No. 26, Hayam Wuruk, Jakarta Barat.

Jika anda ingin mencicipi Kopi Jantan dan Kopi Betina khas Warung Tinggi, kedai kopi ini buka setiap hari pukul 09.00–15.00 WIB.

2. Warung Kopi Ake – Tahun 1921

TripAdvisor

 

Warung Kopi Ake adalah warung kopi yang melegenda dan tertua di Belitung. Warung kopi ini berdiri pada tahun 1921, berada di Jalan KV Senang 57, Tanjung Pandan, Belitung.

Warung Kopi Ake pun tetap mempertahankan resep turun temurunnya dan yang paling unik adalah peralatan jaman dulu yang digunakan kakek buyutnya, ada gentong air, alat penyulingan air, ketel dan dua teko air.

Pada awalnya, Warung Kopi Ake menjual kopinya menggunakan gerobak. Sekarang Warung Kopi Ake sudah dikelola oleh generasi ke-4. Menu andalannya adalah kopi susu dan teh susu. Warung Kopi Ake dapat menampung hingga 50 orang dan buka setiap hari pukul 08.00–22.30 WIB.

3. Kedai Massa Kok Tong – Tahun 1925

GoBatak

 

Kedai kopi Massa Kok Tong dirintis oleh perantau asal negeri Tiongkok, Lim Tee Kee. Perintis warung kopi yang melegenda ini, saat itu berusia 17 tahun. Dengan keberanian, ia membuka Massa Kok Tong pada tanggal 29 Juni 1925.

Kedai kopi Massa yang pertama didirikan di Jalan Cipto No. 109/115, Pematangsiantar, Sumatra Utara dengan nama Heng Seng. Lim Tee Kee mengutamakan kualitas kopinya, sehingga memilih biji kopi sendiri, meracik dan mengosengnya sendiri hingga tahap menyeduh.

Kopi yang bercitarasa klasik itu terkenal hingga sekarang dan telah membuka cabang baru, salah satunya di kota Siantar. Kedai Massa Kok Tong juga memiliki pabrik pengolahan kopi sendiri untuk mempertahankan kualitasnya.

4. Kedai Es Kopi Tak Kie – Tahun 1927

MinumKopi

 

Kedai Es Kopi Tak Kie, yang melegenda ini, berada di kawasan Glodok, Jalan Pintu Besar Selatan III Nomor 4-6, Jakarta Barat.

Buka pertama kali pada tahun 1927, warung koopi yang melegenda ini mulai dirintis oleh perantau dari negara Tiongkok, bernama Liong Kwie Tjong yang dilanjutkan oleh Liong Tjen, kemudian oleh generasi ketiganya yaitu Latif Yulus atau sering dipanggil Ayauw dan Liong Kwang Joe.

Kedai Es Kopi Tak Kie memiliki kopi andalan yang merupakan perpaduan kopi dari jenis kopi Robusta maupun Arabika dari Lampung, Toraja sampai Sidikalang.

Rasa kopi khas Kedai Es Kopi Tak Kie ini memiliki kadar kafein yang tinggi. Pun jika dikunjungi, Anda akan merasakan suasana pecinaan yang kental seperti dalam film-film kungfu.

Bahkan lokasinya seringkali dijadikan lokasi shooting film yang bersetting tempo dulu. Anda dapat mengunjunginya setiap hari dari pukul 06.30–14.00 WIB.

5. Warung Kopi Purnama – Tahun 1930

TripAdvisor

 

Kedai Warung Kopi Purnama yang melegenda ini, berada di ruas Jalan Alkateri, Bandung. Berdiri sejak 1930 oleh Yong A Thong, yang merupakan perantauan dari Medan.

Awalnya, warung kopi yang melegenda ini, bernama Chang Chong Se yang artinya ‘Silakan Mencoba’. Namun berganti nama menjadi Warung Kopi Purnama karena kebijakan pemerintah Indonesia yang mewajibkan penggunaan pemakaian nama Indonesia pada tahun 1966.

Walaupun Coffee Shop sedang marak di Bandung, tapi warung kopi legendaris ini selalu dicari. Hingga hari ini, Warung Kopi Purnama mempertahankan resep yang sama sejak jaman 1930, yaitu kopi susu dan roti bakar selai sarikaya.

Istimewanya, mereka menggunakan biji kopi khusus dari Medan. Jika ingin mencoba kopi susunya, datang setiap hari pukul 06.30–17.00 WIB.

6. Warung Kopi Phoenam – Tahun 1946

pergikuliner.com

 

Warung kopi ini, di Makassar, sudah sangat melegenda. Ia menjadi pilihan orang-orang tua dan pejabat. Warung Kopi Phoenam didirikan oleh Liong Thay Hiong pada tahun 1946 beralamat di Jalan Nusantara, Makassar di daerah pelabuhan.

Nama Phoenam berarti tempat singgah di selatan. Warung Kopi Phoenam menggunakan kopi Toraja dalam menu kopi favoritnya yaitu kopi susu. Secangkir kopi susu yang disajikan bisa dinikmati bersamaan dengan roti bakar srikaya dan pisang panggang.

Warung Kopi Phoenam juga membuat menu unik kopi, madu, dan telur. Saat ini, Warung Kopi Phoenam ini sudah melakukan ekspansi dan dapat ditemukan di Jakarta.

7. Warung Kopi Solong – Tahun 1974

TripAdvisor

 

Warung Kopi Solong terletak di Jl. T. Iskandar No. 13-14 (Ulee Kareng), Banda Aceh. Warung kopi legendaris ini, berdiri sejak 1974. Kata Solong adalah nama panggilan ayahnya ketika masih bekerja pada orang Tionghoa di Peunayong atau suatu kawasan pemukiman etnis Tionghoa di Banda Aceh.

Warung Kopi Solong menjadi salah satu wisata kuliner yang wajib dikunjungi saat berada di Banda Aceh. Warung Kopi Solong ini menggunakan kopi Ulee Kareng yang dikenal karena rasa khas dari kopi Acehnya.

Warung Kopi Solong mengolahnya menggunakan kopi robusta, jagung, biji jagung, gula, dan mentega. Campuran ini membuat kopi memiliki rasa yang unik dan tiada duanya. Bisanya kopi disajikan dengan makanan tradisional Aceh.

Tag: kuliner

Bagikan: