Kualitas Jadi Menurun dan Gampang Busuk, Jangan Simpan 8 Bahan Makanan Ini di Kulkas

Tim Editor

Ilustrasi pria (Foto: Unsplash/Chander Mohan)

ERA.id - Biasanya, secara refleks kita meletakkan semua bahan makanan yang dibeli di lemari es. Sebab, lemari pendingin bisa mengawetkan bahan makanan. Siapa sangka, tak semua makanan cocok berada di suhu dingin. Sejumlah makanan ini malah berubah tekstur dan kualitasnya menurun.

Selain berubah tekstur dan kualitas menurun, beberapa makanan ini berpotensi berubah aroma, rasa, hingga cepat membusuk. Berikut 8 makanan yang yang tidak boleh dimasukkan ke dalam kulkas seperti dilansir dari The Spruce Eats pada Rabu (4/8/2021).

1. Selai Kacang

Selai kacang (Foto: Unsplash/Corleto Peanut butter)
Selai kacang (Foto: Unsplash/Corleto Peanut butter)

 

Selai kacang harus bisa dioleskan. Jika disimpan di lemari es, selai kacang bisa mengeras seperti semen. selai kacang mengandung protein dalam kadar yang sangat rendah, sehingga bakteri tak mungkin berkembang di dalamnya. Sebaiknya simpan selai kacang di suhu ruang daripada di dalam kulkas. Semua bahan oles sajian seperti mentega dan selai lebih baik disimpan di suhu ruang agar gampang digunakan.

2. Tomat

Menyimpan tomat tomat ada tiga hal yang bisa terjadi, yakni menghambat kerja enzimatik yang menghasilkan senyawa kimia yang memberi rasa tomat, dan merusak dinding sel tomat, dan memberikan tekstur kasar pada tomat. Sehingga, ini bisa merusak tomat dan membuatnya jadi lembek dan busuk.

3. Mentega

Mentega (Foto: Unsplash/Sorin Gheorghita)
Mentega (Foto: Unsplash/Sorin Gheorghita)

 

Mentega sebagian besar mengandung lemak dan mengandung sangat sedikit protein—tidak cukup untuk mendukung pertumbuhan bakteri. Mentega asin memiliki umur simpan yang lebih lama. Tetapi kecuali Anda mengikuti resep untuk adonan pai, kue, atau scone yang membutuhkan mentega dingin, Anda tidak perlu mendinginkannya.

Seperti selai kacang, mentega bisa menjadi tengik jika terkena oksigen, cahaya, dan panas. Tapi selama Anda menyimpannya di piring mentega buram dan menggunakannya dalam jumlah waktu yang wajar, tidak apa-apa menyimpan mentega di meja dapur.

4. Kentang

Menyimpan kentang di dalam kulkas mengubah sari pati berubah menjadi gula, tidak hanya mempengaruhi rasa tetapi juga teksturnya. Sebaiknya, simpan kentang di suhu ruang. Yang lebih penting adalah menjauhkannya dari cahaya atau kantong kertas, sehingga tidak mengembangkan racun berwarna hijau yang disebut solanin.

5. Madu

Madu (Foto: Unsplash/Art Rachen)
Madu (Foto: Unsplash/Art Rachen)

Menaruh madu di dalam kulkas membuatnya menggumpal dan sulit dikonsumsi. Hal ini memungkinkan madu sulit dikeluarkan dari botol. Menyimpan madu di suhu ruang akan membuatnya awet. Menar mengeras menjadi konsistensi seperti amber yang tidak memungkinkan untuk dikeluarkan dari botol. Penemuan arkeolog di Mesir mendapatkan madu berusia 3000 tahun dalam kondisi yang masih bisa dikonsumsi dan tak rusak sama sekali.

6. Roti dan Makanan Panggang

Roti dan makanan panggang lainnya (seperti kue dan kue kering) rentan terhadap pembusukan bakteri, sehingga menjadi basi. Namun, pembusukan pada roti atau makanan panggang menjadi jauh lebih cepat di lemari es karena suhu dingin mempercepat kristalisasi ulang pati.

7. Bawang merah

Bawang merah (Foto: Unsplash/Thomas Martinsen)
Bawang merah (Foto: Unsplash/Thomas Martinsen)

 

Bawang merah paling baik disimpan di tempat gelap dengan banyak ventilasi. Itulah sebabnya bawang merah kerap ditaruh dalam karung jaring daripada kantong plastik. Menaruh bawang merah di tempat terbuka jauh lebih baik ketimbang di kulkas. Dingin merusak struktur bawang merah, dan kelembaban lemari es dapat mendorong pertumbuhan jamur.

8. Bawang putih

Bawang putih adalah anggota keluarga yang sama dengan bawang merah dan merespon dingin dengan cara yang hampir sama. Bawang putih bisa menjadi lembek, dan jamur bisa tumbuh di bawah kulit tipisnya. Mereka lebih suka tempat yang kering dengan ventilasi yang baik.

Tag: keracunan makanan makanan sehat makanan tak boleh di kulkas

Bagikan: