Memahami Apa Itu Asbabun Nuzul, Fungsi, dan Jenisnya

| 27 Jan 2023 23:00
Memahami Apa Itu Asbabun Nuzul, Fungsi, dan Jenisnya
Ilustrasi Al-Qur'an terbuka (freepik)

ERA.id - Ketika seseorang berusaha mempelajari, menfsirkan, dan memahami Al-Qur’an, salah satu yang perlu diperhatikan adalah asbabun nuzul. Sebenarnya, apa itu asbabun nuzul?

Seperti diketahui, Al-Qur’an tidak diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. secara sekaligus, melainkan bertahap selama 23 tahun masa kenabian. Allah menurunkan ayat-ayat dengan konteks yang berbeda-beda.

Memahami Apa Itu Asbabun nuzul

Dikutip Era dari NU Online, terkait hal sosial, banyak ayat Al-Qur’an yang diturunkan sebagai jawaban atas persoalan yang dihadapi oleh Nabi Muhammad saw. dan para sahabat. Oleh sebab itu, para ulama membuka ranah penelitian baru dalam ilmu tafsir, yaitu asbabun nuzul.

Ilustrasi orang membaca Al-Qur'an (unsplash)

Secara bahasa, asbabun nuzul memiliki arti ‘sebab-sebab atau latar historis turunnya ayat Al-Qur'an’. Para mufasir Al-Qur’an sepakat bahwa:

سبب النزول معناه ما نزلت الآية أيام وقوعه متضمنة له أو مبينة لحكمه

Artinya: “Asbabun nuzul adalah diturunkan ayat Al-Qur’an atas sebuah kejadian untuk mengabadikannya atau menjelaskan hukum atas kejadian tersebut.”  

Salah satu contoh asbabun nuzul adalah riwayat yang memberikan penjelasan terkait sebab diturunkannya hukum larangan meminum khamr dalam Al-Quran.  

“Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa suatu ketika dua kabilah dari golongan Anshar mengadakan perjamuan yang disuguhi dengan minuman khamr. Kemudian mereka minum khamr hingga mabuk sehingga terjadilah perkelahian di antara mereka. Ketika mereka telah sadar dari mabuknya, maka sebagian mereka menyadari bekas luka yang ada di wajahnya seraya berkata, ‘Sungguh saudaraku fulan telah melukaiku, seandainya ia berbelas kasihan niscaya ia tidak akan melukaiku’. Terbakarlah permusuhan di antara dua kabilah tersebut karena luka yang mereka dapatkan. Kemudian, Allah menurunkan ayat Al-Qur’an.

إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأنْصَابُ وَالأزْلامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, berkurban untuk berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah…” (QS Al-Maidah: 90).

Macam-Macam Asbabun nuzul Lengkap dengan Contohnya

Asbabun nuzul terbagi menjadi 2 macam berdasarkan jumlah sebab dan ayat yang turun. Untuk memahaminya, simak penjelasan berikut, seperti dilansir Detiknews.

1. Ta'addud Al-Ashbab Wa Al-Nazil Wahid

Maksud dari asbabun nuzul jenis ini adalah beberapa sebab yang melatarbelakangi turunnya satu ayat atau wahyu. Dengan kata lain, wahyu atau ayat Al-Qur’an diturunkan untuk menanggapi beberapa sebab atau kejadian. Contoh dari jenis asbabun nuzul ini adalah diturunkannya surah Al-Ikhlas ayat 1-4.

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ - ١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ - ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ - ٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ - ٤

Artinya: "Katakanlah (Muhammad), ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia."

Ayat-ayat dalam surah tersebut menjadi tanggapan terhadap orang-orang musyrik Mekkah sebelum Rasulullah saw. melakukan hijrah. Selain itu, ayat-ayat tersebut juga ditujukan kepada kaum ahli kitab yang ditemui di Madinah setelah Rasulullah saw. melakukan hijrah.

2. Ta'adud An-Nazil Wa Al-Asbab Wahid

Maksud dari asbabun jenis ini adalah satu sebab melatarbelakangi turunnya beberapa ayat. Contohnya dari jenis asbabun nuzul jenis ini adalah ayat-ayat dalam surah Ad-Dukhan, yaitu ayat 10, 15, dan 16. Allah Swt. berfirman:

فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِى السَّمَاۤءُ بِدُخَانٍ مُّبِيْنٍ - ١٠

Artinya: "Maka tunggulah pada hari ketika langit membawa kabut yang tampak jelas," (QS. Ad-Dukhan: 10).

اِنَّا كَاشِفُوا الْعَذَابِ قَلِيْلًا اِنَّكُمْ عَاۤىِٕدُوْنَۘ - ١٥

Artinya: "Sungguh (kalau) Kami melenyapkan azab itu sedikit saja, tentu kamu akan kembali (ingkar)." (QS. Ad-Dukhan: 15).

يَوْمَ نَبْطِشُ الْبَطْشَةَ الْكُبْرٰىۚ اِنَّا مُنْتَقِمُوْنَ - ١٦

Artinya: "(Ingatlah) pada hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan keras. Kami pasti memberi balasan." (QS. Ad-Dukhan: 16).

Asbabun nuzul dari ketiga ayat tersebut berkaitan dengan kaum Quraisy yang durhaka kepada Rasulullah saw. Nabi Muhammad saw. berdoa agar kaum Quraisy mendapatkan kelaparan sebagaimana pernah terjadi pada zaman Nabi Yusuf a.s. Maka, Allah Swt. menurunkan penderitaan kepada kaum Quraisy sehingga turunlah QS. Ad-Dukhan ayat 10.

Setelah itu, kaum Quraisy menemui Nabi Muhammad saw. untuk meminta bantuan. Rasulullah saw. lantas berdoa kepada Allah Swt. agar diturunkan hujan. Allah Swt. memberikan hujan dan turunlah QS. Ad-Dukhan ayat 15.

Setelah kaum Quraisy mendapatkan nikmat, mereka kembali ke dalam kesesatan dan bembali durhaka sehingga turunlah QS. Ad-Dukhan ayat 16. Riwayat tersebut memberikan penjelasan bahwa siksaan yang dimaksud akan terjadi pada Perang Badar.

Itulah penjelasan mengenai apa itu asbabun nuzul. Asbabun nuzul membuat proses pemahaman Al-Qur’an menjadi lebih lengkap sebab memahami pula konteks dari ayat tersebut. 

Rekomendasi