Mengenal Profesi Dubber

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta, era.id - Kamu suka nonton film animasi yang sudah dialih bahasa menjadi Bahasa Indonesia? Pujilah karya para voice actor atau dubber yang mengisi suara tokoh di dalam film itu. Soalnya, satu voice actor dalam satu film, bisa mengisi beberapa tokoh.

Kami bertemu dengan salah satu voice actor, namanya Santosa Amin. Kiprahnya sangat berpengaruh dalam dunia pengisi suara, baik untuk kebutuhan film maupun untuk kebutuhan komersil seperti iklan-iklan di televisi. 

Santosa, merupakan dubber yang mengawali kariernya pada 1995 sebagai pemain teater. Kemudian, pada 1996, pria yang kerap di panggil Mas Santos ini, mulai banyak mendapatkan tawaran sebagai dubber di berbagai film-film animasi. Sampai akhirnya dia mendapatkan tawaran untuk mengisi suara di film-film drama Korea, Jepang dan Amerika di awal tahun 2000-an.

Kini, dubber di Indonesia mulai menunjukkan taringnya. Santos pun bangga melihat perkembangan dubber yang ada di Indonesia. 

"Menurut saya dubber Indonesia, sangat keren dan itu bukan kata saya saja. Pengakuan ini berasal dari negara tempat film itu dibuat," ungkap Santos.

Misalnya Doraemon, film animasi asal Jepang. Dibandingkan pengisi suara Doraemon di Malaysia, India, Amerika dan Spanyol, pengisi suara dari Indonesia memiliki karakter yang mirip Doraemon aslinya, yaitu Nurhasanah.

"Pernyataan tersebut saya dengar secara langsung dari perusahaan rekaman tempat suara kami diseleksi dan saya terpilih untuk mengisi suara Suneo sampai saat ini," papar Santos.


Salah satu voice actor adalah Santosa Amin (Anda/era.id)

Sama seperti Doraemon, pengakuan istimewa pun diungkapkan oleh rumah produksi SpongeBobs SquarePants dari Amerika. Di film ini, Santoslah yang mengisi suara Spongebob pertama kalinya. Belakangan, dia diagntikan Ade.

"Kata pihak Nickelodeon, pengisi suara dari Spongebob Indonesia memiliki keistimewaan, baik dari pendalaman karakter suara sampai penjiwaan, mendapat nilai yang positif," ujar Santos.

Selama perjalanan kariernya, Santos menilai profesi dubber sangatlah menguntungkan. Itu dia rasakan selama berkecimpung di dunia ini. Di awal karirnya, Santos sudah mendapatkan tawaran mengisi 3 suara di film Chibi Maruko-Chan, yaitu sebagai narator, bapak guru dan salah satu teman dari Maruko.

"Seru banget, kalau kita bisa mengisi berbagai suara, kemampuan akan semakin terasah dan secara pendapatan juga akan bertambah jika kita bisa mengisi film dengan banyak karakter suara dengan penjiwaan yang benar," ungkap Santosa.

Dirinya sangat berharap profesi dubber bisa dihargai, seperti guru, seniman dan pemain film. Sehingga profesi ini tidak lagi dipandang sebelah mata.

Tag: serial animasi

Bagikan: