Ulasan Koboy Kampus: Sketsa Absurd Pidi Baiq

Tim Editor

Jason Ranti pemeran Pidi Baiq dalam film Koboy Kampus (Foto: istimewa)

Jakarta, era.id - Nama Pidi Baiq melejit setelah karya novelnya Dilan diangkat jadi film. Namanya pun membawa The Panasdalam, band Pidi Baiq, juga ikut naik.

Band yang mengisi soundtrack film Dilan 1990 dan Dilan 1991 tersebut, ternyata memiliki kisah yang menarik saat menggarap lagunya. Salah satunya lagu berjudul Koboy Kampus, yang mengisahkan masa-masa Pidi Baiq dan teman-temannya menjadi mahasiswa uzur di kampus ITB. 

Perjalanan band ini memikat Enam Sembilan Production dan MNC Pictures untuk digarap jadi film. Kisah kehidupan Pidi Baiq di kampus era 90-an ini bercerita tentang suka duka, mulai dari kisah ngocol, cinta, patah hati, serta aksi demonstrasi jelang reformasi. Semuanya dikemas dengan gaya sketsa, musikal, dan sedikit absurd.

Film ini disutradarai dan ditulis Tubagus Deddy dan Pidi Baiq. Sejumlah musisi tanah air dilibatkan dalam film tersebut, di antaranya Jason Ranti, Danilla, Steffi Zamora, Vienny JKT 48, Bisma Karisma. Sementara, beberapa aktor kawakan turut memeriahkannya, seperti Ricky Harun, Miqdad Addausy, David John Schaap, Jennifer Lepas, dan Christina Colondam.
 


Film ini dimulai dengan ide nyeleneh Pidi (Jason Ranti) untuk membuat negara imajiner dengan nama The Panasdalam di lingkup perkumpulan mahasiswa Seni Rupa ITB. Ide itu muncul setelah ia mendapat curhatan dari Nova (Dannila Riyadi) yang merasa pacarnya ini lebih suka demontrasi dan mengajukan suksesi sampai akhirnya diskors.

Merasa gerah dengan demonstrasi politik di kampus, Pidi akhirnya menyeriusi kekonyolannya membuat negara imajiner di dalam kampus itu. Pidi seolah menjadi imam besar yang fatwanya harus didengarkan. Teman-temannya, Ninu (Ricky Harun), Deny (Bisma Kharisma), Dikdik (Miqdad Addausy), Erwin (David John Schaap), serta Inggrid (Jennifer Lepas) setuju dengan ide nyeleneh tersebut.

Sebagai debut perdana, penampilan Jason Ranti tak begitu mengecewakan. Gaya slengean seperti orang beler membuat orang mudah jatuh hati dengan karakter ini. Vokal dan permainan gitarnya juga menjadi daya tarik di film ini.

Begitu pula dengan Ninu (Ricky Harun) yang tak perlu diragukan aktingnya. Di film ini dia memerankan tokoh mahasiswa akhir yang masih suka main-main dan gatel melihat cewek yang cantik. 

Hanya dua karakter itu saja yang terkesan 'hidup' dalam film ini. Sementara, tokoh lain hanya terlihat seperti pelengkap lantaran perannya yang putus sambung dan kurang perekat.


Poster film Koboy Kampus (Istimewa)

Analogi Ngocol Kedaulatan Dan Birokrasi

Satu-satunya yang membuat penonton terkesima adalah analogi tentang kedaulatan negara dan birokrasi yang diterapkan dalam sebuah negara imajiner yang bernama The Panasdalam. Nama The Panasdalam merupakan singkatan dari 'Paganisme, Ateis, Nasrani, Buddha, Hindu, dan Islam'. 

Setelah membentuk negara, mereka meninggalkan NKRI. Ini sebagai bentuk kritik mereka pada negara Indonesia yang dianggap tak bisa memenuhi aspirasi mereka, tanpa perlu berdemontrasi. Hal itu juga dituangkan dalam lagu mereka.

Analogi lain adalah ketika Ninu (Ricky Harun) menyukai seorang gadis bernama Santi (Christina Colondam). Pidi dan Deny (Bisma Kharisma), yang disebut sebagai presiden The Panasdalam, mengatakan perkawinan antar dua negara tentu akan runyam. Buat mereka, Santi adalah warga negara NKRI, yang berarti asing bagi negara The Panasdalam. 

Ini adalah bentuk sindiran mereka terhadap birokrasi yang rumit tentang pernikahan dua negara yang saat itu terjadi di Indonesia.

Analogi lainnya adalah ketika seorang mahasiswa meminjam motor Dikdik (Miqdad Addausy) tapi tak kunjung dikembalikan selama dua hari. Seluruh anggota negara The Panasdalam langsung menyendera mahasiswa tersebut karena dianggap menganggu kedaulatan negara mereka, atau menggunakan fasilitas negara lain dengan semena-mena.

Tag: film indonesia resensi film

Bagikan: