'Senjata' Baru Pedemo di Hong Kong: Pokemon Go Hingga Tinder

Tim Editor

    Selebaran kumpul main Pokemon Go sekaligus berdemo (SCMP)

    Jakarta, era.id - Sudah hampir tiga bulan, sejak gerakan protes menentang RUU ekstradisi warga Hong Kong berlangsung. Pengunjuk rasa tetap tak mau mundur meski kehadiran aparat kerap menghentikan aksi mereka.

    Berbagai cara mereka lakukan untuk bisa berkoordinasi dengan para demonstran lainnya. Dan yang paling out-of-the-box untuk memastikan aksi ini tetap berjalan dengan menggunakan aplikasi Pokemon Go.

    Ide ini memang tak diprediksi. Bayangkan, mereka mengajak orang dalam jumlah banyak hanya untuk menangkap Pokemon. Strateginya seperti ini. Ketika polisi Hong Kong menolak izin demo dengan alasan keamanan, para pengunjuk rasa akan berdalih mereka tidak sedang berdemo. Mereka sedang menangkap Pokemon secara bersama-sama.

    Dilansir dari South China Morning Post, selain menggunakan permainan Pokemon Go, para pendemo juga menggunakan aplikasi kencan populer Tinder yang mereka pakai untuk mendekati orang-orang untuk bergabung dalam protes RUU ekstradisi Hong Kong.
     

    Cara lain pengunjuk rasa menyebarkan pesan mereka adalah melalui Apple AirDrop. Layanan seluler Appel ini memungkinkan mereka untuk mengirimkan foto dan catatan kepada pengguna iPhone lain di satu titik tertentu.

    Metode ini mirip dengan cara komunikasi zaman dulu, dengan mendistribusikan selebaran di satu titik tanpa terdeksi sistem firewall China, yang mem-filter infromasi bersifat politik dan hal lainnya.
     

    Cara-cara semacam itu menjadi efektif, karena massa demonstran sangat bergantung dengan teknologi untuk menyampaikan orasinya dan mengumpulkan orang untuk bergabung dalam gerakan penolakan RUU ekstradisi Hong Kong. 

    Metode efektif lainnya termasuk memposting di forum obrolan seperti LIHKG — rendisi Reddit Hong Kong dan membuat video tentang Douyin atau TikTok versi China.


     

    Tag: kartu pokemon aplikasi bisma media sosial

    Bagikan :