Polisi Terapkan Pengamanan Khusus Sambut Pemutaran Perdana Joker

Tim Editor

Joaquin Phoenix dalam Joker (IMDB)

Jakarta, era.id - Joker nampaknya bakal benar-benar mengerikan. Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD) sampai menyatakan bakal menerapkan sistem keamanan khusus ketika penayangan Joker di bioskop-bioskop dimulai pekan depan. Bukan tanpa alasan. Kehadiran Joker memang mencatatkan sejarah kelam bagi masyarakat negeri itu.

Di tahun 2012, seorang penembak beraksi di tengah pemutaran film The Dark Knight Rises di Aurora, Colorado. Aksi koboi nyasar itu menewaskan 12 orang serta melukai 70 lainnya. Dalam penyelidikan terungkap bahwa sang pelaku, James Eagan Holmes mengaku bahwa dirinya adalah Joker.

Keluarga korban penembakan berbicara lantang terkait kemunculan Joker mendatang. Mereka menyerukan kekhawatiran akan terjadinya tragedi serupa.

"Kepolisian sadar akan keprihatinan publik dan sejarah terkait pemutaran perdana Joker. Meski tak ada ancaman yang valid, kepolisian melihat pentingnya meningkatkan pengawasan secara khusus di sekitar bioskop," ungkap Juru Bicara LAPD Josh Rubenstein, sebagaimana ditulis Variety, Jumat (27/9/2019).


Puji dan kritik

Film Joker garapan Todd Philips memang menuai banyak pujian. Usai pemutaran perdana di Venice Film Festival di Italia, Sabtu (31/8) waktu setempat, Joker mendapat standing ovation selama delapan menit. Sosok Joaquin Phoenix jadi sorotan utama. Perannya dianggap sangat sinting, namun teramat keren.

Namun, di sisi lain, sejumlah kritikus juga menyoroti pendekatan film yang penuh kekerasan. Adegan-adegan yang menurut para kritikus terinspirasi dari film-film 70-an macam Taxi Driver ini dianggap dapat menimbulkan bahaya nyata bagi para penontonnya.


Joaquin Phoenix dalam Joker (IMDB)


Dalam Joker, Phoenix akan berperan sebagai Arthur Fleck. Ia adalah penyendiri yang mengalami depresi akibat kegagalannya meniti karier sebagai standup comedian.

Segala pengasingan yang dialami konon membentuk sosok Arthur menjadi Joker yang benar-benar mengerikan.


Joker dan kematian

Selain penembakan dalam pemutaran perdana The Dark Knight Rises di Aurora, sosok Joker juga dikaitkan dengan kematian lain. Kala dirilis, film Batman garapan Christopher Nolan itu menghadirkan Joker yang memang 'berbahaya'.

Penampilan Heath Ledger sebagai penjahat ikonik Gotham berhasil mengguncang kancah perfilman. Sangat keren. Luar biasa. Ia bahkan diganjar Piala Oscars untuk kategori Best Supporting Actors di tahun 2019.
 

Selain penampilan yang memang apik, kisah kelam bunuh diri Ledger juga disebut-sebut dilatarbelakangi oleh peran Joker yang ia mainkan dalam film. Banyak pihak meyakini Ledger tenggelam terlalu jauh ke dalam karakter Joker yang ia perankan, hingga tak ada 'jalan keluar' baginya.

Produser sekaligus sutradara film dokumenter I Am Heath Ledger, Derik Murray sempat menolak isu tersebut. Ia mengatakan, Ledger memang mengalami depresi berat pasca-Joker. Namun, bukan pendalaman peran yang menyebabkan depresinya. Sayang, Murray tak merinci apa penyebabnya.
 

Tag: hari film nasional 2018

Bagikan: