Ada Lebah Berkelamin Ganda di Panama

Tim Editor

Lebah (Live Science)

Jakarta, era.id - Seperti pada umumnya hewan lain, lebah memiliki jenis kelamin jantan dan betina. Namun, baru-baru ini ditemukan spesies lebah pertama yang memiliki kombinasi dua jenis kelamin dalam satu individu. 

Kondisi seperti pada lebah ini dikenal sebagai gynandromorphism dan para ilmuwan baru saja menemukannya pada jenis Megalopta Amoenae yang umumnya ditemukan di hutan Pulau Barro Colorado, Panama, Amerika Tengah.

Seperti dikutip dari Live Science, Rabu (8/4/2020), jika dilihat secara fisik, pada tubuh bagian kiri, secara fisiologis lebah berkelamin ganda ini menunjukkan kelamin jantan dengan mulut (mandibula) mungil, antena panjang, kaki belakang tipis dan halus dengan bulu lebih sedikit. Sementara di tubuh bagian kanan memiliki karakteristik betina dengan antena yang lebih pendek, mandibula bergigi, dan kaki belakang yang tebal serta berbulu.


Megalopta Amoenae (Live Science)

Meskipun fenomena gynandromorphism ini telah ditemukan pada setidaknya 140 spesies lebah, kupu-kupu, dan burung, namun biasanya ditemukan pada serangga purba. Dalam kasus ini, para ilmuwan yang dipimpin oleh ahli serangga Erin Krichilsky dari Universitas Cornell sedang melakukan penelitian tentang ritme sirkadian pada Megalopta Amoenae.

Ritme sirkadian merupakan proses internal dan alami yang mengatur siklus tidur dan bangun yang diulangi kira-kira setiap 24 jam. Pada awal abad ke-20, ritme sirkadian diperhatikan dalam ritme waktu makan lebah. Ini merupakan penemuan langka dan berbau keberuntungan karena pertama kali ditemukan selama 20 tahun penelitian.

Tag: flora dan fauna

Bagikan: