Hacker Lelang Skandal Seksual Selebritas Mariah Carey hingga Nicki Minaj

Tim Editor

    Nicki Minaj. (Twitter @NICKIMINAJ)

    Jakarta, era.id - Para peretas (hacker) mengancam akan melelang sejumlah besar dokumen sensitif dari beberapa klien utama hukum hiburan terkemuka Grubman Shire Meiselas & Sacks, termasuk Mariah Carey, Nicki Minaj, Lebron James, hingga Bad Boy Records, dan MTV. Termasuk kasus skandal seksual dan narkoba.

    Dilansir Variety, kelompok peretas yang menamakan diri mereka sebagai REvil itu akan melelang mulai dari 600 ribu dolar AS untuk dokumen Carey, Minaj, dan James, pada 1 Juli 2020.

    Lalu, dokumen hukum Bad Boy Records ditawarkan mulai dari 750 ribu dolar AS, dan 1 juta dolar untuk MTV dan Universal, pada 3 Juli 2020.

    Catatan yang ditulis dalam bahasa Inggris yang "acak-acakan", sebagian berbunyi, "Kami memiliki banyak file bernilai, dan yang beruntung yang membeli data ini akan puas untuk waktu yang sangat lama."

    "Bisnis pertunjukan bukan hanya konser dan cinta penggemar. Namun, juga uang besar dan manipulasi sosial, bersembunyi di balik layar dan skandal seksual, narkoba, dan pengkhianatan," lanjutnya.


    Mariah Carey. (Twitter @MariahCarey)

    Ia mengklaim bahwa setiap lot termasuk informasi lengkap yang diunduh dari kantor tersebut yakni kontrak, perjanjian, NDA, informasi rahasia, konflik pengadilan, dan korespondensi internal dengan perusahaan.

    Catatan diakhiri dengan pesan kepada pendiri firma hukum Allen Grubman, mungkin merujuk permintaan tebusan 42 juta dolar AS sebelumnya, "Mr. Grubman, Anda memiliki kesempatan untuk menghentikan itu dan Anda tahu apa yang harus dilakukan."

    Grubman mengatakan pihaknya tidak akan bernegosiasi dengan peretas, menyamakannya dengan bernegosiasi dengan teroris.

    Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Grubman Shire Meiselas & Sacks mengatakan, "Pos terbaru adalah satu lagi taktik gangguan putus asa yang digunakan para penjahat ini untuk mencoba memeras keuntungan dari data yang dicuri. Klien kami dan industri hiburan secara keseluruhan sangat memuji posisi perusahaan yang tidak akan kami beri pemerasan."

    Curi 756 gigabyte dokumen para tokoh

    Berita peretasan itu muncul bulan lalu. Kelompok itu mengklaim telah mencuri 756 gigabyte dokumen pada banyak tokoh musik dan hiburan. 

    Mereka termasuk klien dulu dan sekarang, di antaranya Lady Gaga, Madonna, Bruce Springsteen, Mary J. Blige, Ella Mai, Christina Aguilera, Mariah Carey, Cam Newton, Bette Midler, Jessica Simpson, Priyanka Chopra, Idina Menzel, dan Run DMC.

    Data yang dicuri oleh para peretas yang diduga termasuk kontrak, perjanjian kerahasiaan, nomor telepon, alamat email, dan korespondensi pribadi, klaim kelompok itu dalam sebuah unggahan di forum darkweb.

    Untuk menunjukkan peretasan itu nyata, kelompok di balik serangan pada awalnya merilis kutipan dari kontrak untuk tur Madonna "Madame X" 2019-20 dengan Live Nation.


    Ilustrasi (Khusen Rustamov/Pixabay)

    Itu adalah jenis serangan ransomware tertentu, di mana penjahat dunia maya menggunakan ancaman melepaskan data yang dicuri sebagai pengungkit untuk memeras pembayaran.

    Serangan terhadap firma hukum --yang kliennya menjangkau artis musik, aktor, tokoh TV, bintang olahraga, perusahaan media, dan hiburan-- dilakukan oleh kelompok yang disebut REvil. Mereka juga dikenal sebagai Sodinokibi, menurut perusahaan keamanan siber Emsisoft .

    Menurut laporan Wall Street Journal, grup ini sebelumnya menargetkan perusahaan dan organisasi termasuk Travelex, perusahaan pertukaran mata uang berbasis di Inggris, yang membayar 2,3 juta dolar AS dalam bentuk bitcoin kepada peretas setelah serangan ransomware.

    Tag: porno pelecehan seksual

    Bagikan :