Tren Desain Masker di Asia Tenggara, Kamu Pilih Mana?

Tim Editor

    Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Instagram)

    Jakarta, era.id - Masker kain dengan cepat menjadi aksesoris fesyen bagi warga yang ingin menambah gaya dan rasa humornya di masa pandemi virus korona baru.

    Jasa cetak atau membuat masker dengan desain yang lucu menjadi peluang bisnis di kala semua orang disarankan atau diwajibkan memakai masker di luar rumah. Kini masker berbahan kain bisa didesain sendiri dan dicetak sesuai keinginan pemesan. Kebanyakan yang dipesan adalah masker berjenis scuba dengan bahan karet neoprene.

    Beberapa desain masker adalah gambar bagian muka bawah yang tersenyum atau gambar bibir dengan lipstik seperti yang dikenakan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo.


    Pedagang masker (Achmad/era.id)

    Sebuah percetakan di Jakarta banting setir mencetak masker setelah bisnis percetakannya dihantam dampak COVID-19.

    "Awalnya, kami skeptis, tapi kemudian, permintaan melonjak, dan itu membantu kami memulihkan kerugian bisnis," ujar pemilik percetakan, Nicholas Septian Sugandi, seperti dikutip dari Reuters, Senin (29/6/2020).

    Pelanggan bisa memesan secara online, dan mengunggah foto desain pilihan mereka. Hanya butuh waktu 30 menit untuk mencetak satu masker yang dibanderol Rp50.000. Bisnis cetak masker ini membuat roda bisnis Nicholas kembali berputar.

    Sedangkan didi Malaysia, masker kain batik menjadi primadona. Desainer tekstil Malaysia Hafiz Drahman mendesain masker yang terbuat dari katun lembut bermotif batik yang punya kantong dengan dua lapis untuk menambahkan filter tambahan seperti tisu.

    "Saya mulai melihat peluang baru dalam membuat topeng wajah batik karena pada waktu itu, kami diperintahkan untuk memakai masker wajah untuk keselamatan pribadi," kata pria asal Shah Alam ini.

    Ada ide-ide serupa di Asia Tenggara, seperti masker bertema horor di Filipina, dan masker dengan desain tokoh kartun dan karakter film di Thailand.

     

    Tag: fashion

    Bagikan :