Titik Cerah Bagi Penggiat Film di Masa Pandemi

Tim Editor

    Ilustrasi kegiatan perfilman (Unsplash/@jakobowens1)

    Jakarta, era.id - Pelaku seni di berbagai bidang akhirnya bisa sedikit bernafas lega di tengah pandemi yang terjadi saat ini. Lewat Surat Keputusan Bersama (SKB), para pelaku industri seni sudah diperbolehkan untuk berkegiatan kembali.

    "Para pelaku budaya sekarang punya payung hukum untuk berkegiatan dengan dikeluarkannya SKB ini. Tentu saja pelaksanaannya di lapangan perlu disesuaikan dengan penetapan status keamanan oleh kepala daerah," kata Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid lewat webinar yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Bekraf).

    Meski memberi sedikit kelonggaran dan menerbitkan SKB, Hilmar menegaskan pelaku industri seni harus mengikuti aturan sesuai prosedur yang berlaku tanpa meringankan sedikit pun aturan yang sudah ditetapkan.

    Menyambut hal itu, Chand Parwez, Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI) menegaskan pihaknya sudah kembali syuting dan mengikuti SKB yang berlaku serta peraturan tambahan yang lebih ketat.

    "Syutingnya kita sudah mulai jalan lagi tetap menjaga kesehatan dan keamanan selama bekerja. Di kantor harus menjalankan rapid test, swab test, dan juga karantina mandiri. Beberapa orang ada yang parno sama pandemi ini jadi itu semua kita lakukan," kata Chand Parwez.

    Bukan hanya itu, Parwez juga menjelaskan tentang kebutuhan informasi bagi masyarakat saat bioskop mulai dibuka kembali. Nantinya akan ada tambahan behind the scene di film-film yang akan diputar di bioskop tentang protokol kesehatan yang dilakukan selama proses syuting berlangsung. Hal ini guna memberikan informasi ke masyarakat agar tetap menjaga kesehatannya.

    Selama berhenti beberapa bulan lalu, sektor perfilman memang menjadi salah satu hal yang terdampak sangat besar akibat pandemi COVID-19. Makanya jika nanti sektor bioskop mulai dibuka pada 29 Juli mendatang, tempat hiburan ini bakal jadi salah satu sasaran yang paling diminati oleh banyak orang.

    Terlebih banyak sekali film-film menarik yang tertunda penayangannya akibat adanya pandemi saat ini. Pun demikian bagi sektor pertelevisian. Secara tak langsung hiburan televisi perlahan sudah bangkit dan meng-upgrade berbagai program di tengah pandemi.

    "Syuting buat sinetron udah jalan lagi. Tapi kemarin harus rapid test semua krunya. Kalau enggak ikut rapid enggak boleh ikut syuting," kata Adam, salah seorang kru sinetron di televisi.

    Menurut Adam kegiatan rapid test itu memang perlu dilakukan dan disediakan sepenuhnya dari kantor. Mengingat pekerjaannya berhubungan dengan banyak orang dan berpotensi lebih besar dengan penyebaran virus. Makanya dia dan rekan lainnya tak menolak mendengar kebijakan dan aturan baru dari kantornya.

    Menurut data Kemendikbud dan Kemenparekraf, sebanyak 226.586 seniman dan pekerja kreatif tercatat terkena dampak pandemi COVID-19 di seluruh Indonesia. Sementara data Koalisi Seni Indonesia, mencatat 204 acara seni besar yang melibatkan banyak pelaku dan penikmat seni yang ditunda atau dibatalkan selama pandemi.

    Maka dari itu, pihak Kemendikbud sudah menyediakan wadah bagi para pelaku seni lewat berbagi media untuk tetap berkarya. Sebanyak 57 kelompok seni dan budaya dan 1.302 seniman serta budayawan dilibatkan melalui puluhan pertunjukan daring, kelas belajar, dan webinar.

    Tag: hari film nasional 2018 kemendikbud

    Bagikan :