Perkenalkan Netray, Media Monitoring untuk Tahu Keramaian Media Sosial

Tim Editor

Logo Netray. (Foto: Istimewa)

Jakarta, era.id - Perkembangan media sosial yang kian pesat membuat ruang interaksi langsung kian berkurang. Pemanfaatan media sosial untuk kebutuhan bisnis, personal branding, hingga penelitian pun jadi harga mati yang tak bisa ditawar. 

Di tengah derasnya arus informasi itu Netray hadir. Sebagai media monitoring platform tools, Netray tak cuma mengakomodir kebutuhan bisnis tapi juga untuk alat penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Netray ingin menjadi solusi bagi berbagai kalangan yang memiliki kebutuhan terhadap analisis arus informasi. 

Setidaknya ada empat jaringan media sosial yang dapat dipantau Netray: Twitter, Instagram, Facebook, hingga pemberitaan-pemberitaan di portal media online. Dengan itu, tak hanya perusahaan dan institusi berorientasi bisnis yang dapat memanfaatkan Netray. Pelajar, mahasiswa, hingga para peneliti pun bisa memanfaatkan Netray.

"Dengan diluncurkannya Netray, kami berharap bisa memberi dan menjadi solusi untuk kebutuhan masyarakat mengenai media monitoring service yang dapat diakses oleh kalangan luas dan user-friendly,kata Banu Antoro, Chief Operating Officer Netray.id.

"Dengan hadirnya Netray yang terbuka baik untuk bisnis maupun untuk pribadi, kami akan selalu bersemangat menghadapi tantangan-tantangan di depannya untuk terus mengembangkan Netray hingga menjadi media monitoring tools yang paling unggul, terutama di Indonesia."

Bagaimana Netray bekerja?

Netray bekerja dengan kecerdasan istimewa. Netray dapat memproses jutaan data dan mengonversikannya ke dalam grafis. Melalui statistik dari data yang dikumpulkan, pengguna bisa mendapat gambaran tentang seberapa ramai suatu topik dibicarakan di media sosial dan diberitakan di portal media online. Dalam analisisnya, Netray menerapkan metode deep learning untuk menganalisis sentimen dan memprediksi gender.

Analisis sentimen jadi kata kunci penting dalam keunggulan Netray. Analisis sentimen adalah muatan emosi (label emosi) dalam sebuah kalimat di media sosial. Netray membagi tiga kategori sentimen: positif, netral, dan negatif. Lalu, mengapa analisis sentimen itu penting? Sederhana saja. Melalui hasil analisis sentimen dapat diketahui opini dan arah pembahasan topik pada suatu kalimat.



Dengan kecerdasannya, Netray juga mampu menunjukkan jaringan percakapan sebagai instrumen analisis. Jaringan percakapan adalah jaringan yang memperlihatkan akun-akun yang paling banyak ditandai warganet saat membahas suatu topik.

Lewat jaringan percakapan, pengguna Netray dapat mengetahui seberapa luas sebuah topik dibahas sekaligus melihat siapa akun yang paling berpengaruh dalam topik tersebut.

Selain kemampuan-kemampuan di atas, Netray juga menghadirkan sensasi pembacaan data yang sangat user-friendly. Netray memiliki kemampuan membaca topik secara cepat melalui "Top Words". Selain itu, Netray juga dapat menunjukkan topic traffic melalui "Peak Time".


CEO Netray.id, Moho Setiya. (Foto: Istimewa)

Dengan Peak Time, pengguna Netray dapat mengetahui intensitas perbincangan topik per waktu. Lainnya, Netray juga dapat memudahkan penggunanya membaca isi topik melalui kicauan dan media populer.

"Bukan hanya korporasi atau politik saja, tetapi dengan adanya paket baru dari Netray, memungkinkan semua orang bisa memakai BigData dan Ai untuk sebagai media monitoring dan menganalisa kebutuhannya. Apakah UMKM, influencer, ataupun selebgram. Anda cukup mulai mendaftar di Netray.id dengan gratis," tegas CEO Netray.id, Moho Setiya dalam keterangannya.

Tag: media sosial aplikasi bisma

Bagikan: